Tak Kunjung Diperbaiki, Ratusan Warga Jorong Padang Panjang Sitapa Rabat Beton Bahu Jalan Kabupaten dengan Swadaya

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.COM, LIMAPULUH KOTA — Ratusan masyarakat Jorong Padang Panjang, Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang, Kecamatan Luak, bergotong royong melakukan pengerjaan rabat beton bahu Jalan Kabupaten di ruas Nomor 84 Batas Kota Payakumbuh–Tanjung Haro secara swadaya.

Kegiatan tersebut digagas Forum Jorpa Peduli sebagai bentuk kepedulian warga terhadap kondisi infrastruktur jalan yang mulai mengalami kerusakan di sejumlah titik. Pengerjaan dilakukan setiap hari Minggu dengan melibatkan ratusan warga setempat.

Read More

Ketua Forum Jorpa Peduli, Riko Satria, mengatakan ruas jalan itu menjadi akses utama masyarakat dalam menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, pertanian, dan sosial kemasyarakatan sehari-hari.

“Kalau dibiarkan, kerusakan jalan akan semakin meluas. Karena itu masyarakat berinisiatif melakukan rabat beton pada bahu jalan agar kondisinya tidak semakin parah,” kata Riko Satria yang juga Kepala Jorong Padang Panjang, Minggu (7/6/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan gotong royong tahap pertama dilaksanakan pada 24 Mei 2026 dengan capaian rabat beton sepanjang 25 meter, lebar 1,5 meter, dan ketebalan 10 sentimeter.

Pada pelaksanaan tahap kedua, 31 Mei 2026, masyarakat kembali melanjutkan pengerjaan dengan hasil rabat beton sepanjang 35 meter. Selanjutnya, pada tahap ketiga, 7 Juni 2026, pekerjaan berhasil mencapai panjang 45 meter.

Dengan demikian, total rabat beton yang telah selesai dikerjakan mencapai 105 meter dari target keseluruhan sepanjang 1,2 kilometer dengan lebar 1,5 meter dan ketebalan 10 sentimeter.

Riko menyebutkan, seluruh pekerjaan dilakukan melalui swadaya masyarakat. Setiap pelaksanaan gotong royong diikuti lebih dari 100 warga yang secara sukarela menyumbangkan tenaga dan waktu mereka.

“Selain tenaga kerja, kebutuhan konsumsi berupa nasi bungkus, makanan ringan, dan air minum disiapkan masyarakat bersama bundo kanduang setempat. Sementara material seperti semen, pasir, dan kerikil berasal dari sumbangan warga, perantau, dan para dermawan,” katanya.

Sekretaris Forum Jorpa Peduli, Nofrizal Abang, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar memperbaiki bahu jalan, tetapi juga bentuk kepedulian masyarakat dalam menjaga aset publik yang digunakan bersama.

“Kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat tetap peduli terhadap kondisi daerahnya. Namun kami berharap pemerintah daerah segera memberi perhatian karena status jalan ini merupakan kewenangan kabupaten,” ujar Nofrizal.

Menurutnya, gerakan swadaya tersebut muncul karena masyarakat menilai belum adanya penanganan serius terhadap ruas jalan kabupaten tersebut, padahal kondisinya terus mengalami penurunan kualitas.

Dia turut menyinggung keterbatasan pembangunan infrastruktur yang masuk ke wilayah Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi itu diperparah dengan minimnya dukungan anggaran pembangunan fisik di tingkat nagari.

“Apalagi, nagari kami Sitapa pada periode ini tidak pula memiliki perwakilan di DPRD, sebagai tempat mengadu sekaligus menyalurkan aspirasi bagi masyarakat,” tutur Nofrizal Abang.

Masyarakat berharap langkah swadaya yang dilakukan saat ini dapat menjadi solusi sementara sekaligus mendorong perhatian pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan menyeluruh terhadap Jalan Kabupaten di batas kota Payakumbuh–Tanjung Haro. (akg)

Related posts