Tak Sekadar Air, PDAM Tirta Anai Kini Mengalirkan Kepercayaan Lewat Layar Smartphone

  • Whatsapp
Tangkapan Layar Akun Medsos PDAM Tirta Anai (Foto: Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG PARIAMAN – Ketika air tiba-tiba mati di rumahnya, R.M. tidak lagi panik membayangkan-bayangkan penyebabnya. Warga Kampung Koto itu cukup membuka aplikasi Instagram, mencari akun @perumdam.tirtaanai, dan informasi yang dibutuhkan sudah menanti di sana: pipa mana yang sedang diperbaiki, kapan aliran air kembali normal, dan langkah apa yang harus diambil jika ada keluhan. “Informasinya cepat dan jelas, jadi tidak panik,” ujarnya saat diwawancarai Kamis, 9 Oktober 2025.

Pengalaman R.M. ini bukan sekadar kebetulan kecil. Ini adalah hasil dari transformasi digital yang strategis yang dilakukan Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Anai Kabupaten Padang Pariaman. Di era ketika pelayanan publik tidak lagi hanya dinilai dari hasil akhir tetapi juga dari kecepatan, keterbukaan, dan interaksi dengan masyarakat, PDAM Tirta Anai memilih media sosial sebagai jembatan komunikasi langsung dengan jutaan orang yang menggantungkan kebutuhan air sehari-hari mereka.

Pilihan ini tampaknya tepat. Hingga Oktober 2025, akun Instagram resmi PDAM Tirta Anai telah mengumpulkan 1.247 pengikut dengan lebih dari 160 unggahan aktif yang terus dibagikan kepada publik. Angka ini mungkin terlihat biasa saja, tetapi apa yang terjadi di balik setiap unggahan itu jauh lebih bermakna: sebuah komitmen untuk meningkatkan pelayanan yang transparan, cepat, dan humanis dalam menghadapi tantangan penyediaan air bersih di era digital.

Saat Pemberitahuan Bertemu Edukasi

Konten yang mengisi beranda akun resmi itu tidak monoton dengan pemberitahuan teknis semata. Ya, tentu saja ada informasi tentang gangguan distribusi air, jadwal perbaikan, dan imbauan penggunaan air secara bijak. Namun setiap pos dirancang dengan tujuan yang lebih luas: membangun kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya menjaga sumber daya air.

Masyarakat diajak membayar rekening tepat waktu melalui pengingat rutin yang muncul di feed. Tips hemat penggunaan air bersih disertakan tidak sebagai nasihat membosankan, melainkan sebagai panduan praktis yang mudah diikuti. Edukasi lengkap mengenai alur pengaduan keluhan—dari menghubungi call center, mengunjungi website resmi, hingga memanfaatkan Instagram dan Facebook—dibagikan secara berkala sehingga pelanggan tahu persis apa yang harus dilakukan ketika menghadapi masalah.

Pendekatan ini membuat yang terjadi bukan sekadar transfer informasi dari atas ke bawah. Masyarakat merasa didengar, dilayani dengan cepat, dan diperlakukan secara transparan. Akun Instagram itu menjadi semacam ruang publik digital tempat pertanyaan dijawab, keluhan ditampung, dan ide-ide disambut dengan terbuka.

Ketika Perusahaan Menunjukkan Wajah Manusianya

Namun PDAM Tirta Anai tidak berhenti di sana. Akun mereka juga menampilkan sisi humanis yang jarang dilihat dari perusahaan utilitas publik. Unggahan tentang kegiatan sosial, kerja bakti bersama masyarakat, hingga potret kerja keras petugas lapangan menampilkan sesuatu yang penting: mereka adalah manusia yang peduli, bukan sekadar mesin administratif.

Salah satu momen yang paling menarik perhatian adalah kunjungan kerja Direktur PDAM Tirta Anai, Aznil Mardin, ke lapangan. Dia kerap turun langsung memantau distribusi air, berdialog dengan warga, meninjau kondisi pipa, dan memastikan setiap petugas bekerja sesuai prosedur. Foto-foto dan video dari kunjungan tersebut dibagikan di Instagram, bukan sebagai propaganda perusahaan, tetapi sebagai bukti nyata komitmen terhadap pelayanan terbaik dan pembangunan kepercayaan publik.

Kepemimpinan Aznil Mardin sendiri mencerminkan sikap terbuka terhadap kritik. Dalam unggahan akun pribadinya @aznil_mardin pada 18 Oktober 2025, dia menulis dengan penuh refleksi: “Terima kasih untuk rekan-rekan media. Kritik dan masukannya adalah penyaring yang membuat langkah kami di Tirta Anai semakin bening dan terarah. Ruang dialog terbuka adalah sumber mata air dari setiap kemajuan yang ingin kami wujudkan.”

Pesan ini menangkap sesuatu yang fundamental tentang kepemimpinan modern: pemimpin yang hebat tidak takut pada kritik, malahan mereka merangkulnya sebagai peluang untuk tumbuh dan memperbaiki diri. Dalam konteks pelayanan publik, sikap ini sangat langka dan sangat berharga.

Kepercayaan yang Dibangun Setiap Hari

Dampak digitalisasi ini terasa nyata dalam kehidupan sehari-hari warga. Sebelumnya, informasi tentang gangguan air tersebar melalui mulut ke mulut, seringkali tidak akurat, dan sering membuat masyarakat panik tanpa sebab. Kini, informasi cepat dan jelas mengalir setiap hari melalui Instagram. Warga menjadi lebih tenang, lebih teredukasi, dan yang paling penting, lebih percaya pada pelayanan PDAM.

Kepercayaan inilah yang menjadi fondasi dari semua yang dilakukan PDAM Tirta Anai. Ketika warga percaya, mereka lebih termotivasi untuk membayar tagihan tepat waktu. Ketika mereka memahami pentingnya menjaga sumber daya air, mereka menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah. Dialog dua arah yang dibangun melalui Instagram memungkinkan pelanggan menanyakan keluhan, meminta klarifikasi, atau memberikan saran langsung melalui komentar atau direct message. Respons cepat tim media sosial Tirta Anai membantu meredam potensi salah paham dan memastikan pelanggan tidak menunggu lama untuk mendapat kepastian ketika gangguan layanan terjadi.

Ulang Tahun yang Merayakan Hubungan

Momentum digitalisasi ini bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun ke-35 Perumda Tirta Anai. Dalam rangka memperingati hari bersejarah itu, perusahaan aktif membagikan informasi mengenai berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung: lomba jurnalistik, fotografi, dan videografi. Tersedia juga promo menarik seperti penghapusan denda tunggakan rekening air, yang bukan sekadar diskon komersial tetapi bentuk apresiasi kepada pelanggan setia yang telah mempercayai mereka selama puluhan tahun.

Semua kegiatan ini dirancang untuk memperkuat hubungan perusahaan dengan masyarakat, sekaligus menumbuhkan semangat partisipatif di era digital. Warga tidak hanya menjadi konsumen, melainkan mitra dalam menjaga sistem penyediaan air bersih yang berkelanjutan.

Tantangan dalam Mengalirkan Informasi

Tentunya perjalanan digitalisasi tidak semua mulus. Tidak semua masyarakat aktif di media sosial, sehingga penyebaran informasi belum menjangkau seluruh pelanggan. Sebagian warga—terutama generasi yang lebih tua—masih menerima kabar melalui jalur konvensional, yang kadang menimbulkan salah paham atau keterlambatan informasi. Bagi PDAM Tirta Anai, tantangan ini menjadi bahan evaluasi serius untuk memperbaiki komunikasi agar merata dan mudah diakses oleh semua kalangan, tanpa memandang tingkat literasi digital mereka.

Lebih dari Sekadar Air

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, PDAM Tirta Anai menunjukkan sesuatu yang penting: digitalisasi bukan sekadar soal teknologi dan efisiensi. Ini adalah tentang membangun hubungan emosional, memberikan edukasi, dan menciptakan kepercayaan yang berkelanjutan. Transparansi dan komunikasi yang konsisten menjadi pondasi untuk memperkuat citra lembaga di mata masyarakat.

Kini, air bersih bukan satu-satunya yang mengalir dari PDAM Tirta Anai. Bersamanya mengalir pula informasi yang jernih, edukasi yang bermakna, ajakan untuk berpartisipasi, dan rasa percaya yang tumbuh semakin kuat di hati setiap pelanggan. Dengan semangat keterbukaan dan pelayanan yang berorientasi pada masyarakat, PDAM Tirta Anai membuktikan bahwa pelayanan publik modern tidak hanya tentang mengalirkan air, tetapi juga tentang mengalirkan kepercayaan, kebaikan, dan inovasi nyata yang mengubah cara orang menjalani kehidupan sehari-hari mereka.

Sumber:
Akun resmi Instagram PDAM Tirta Anai: @perumdam.tirtaanai | Akun Instagram Direktur PDAM Tirta Anai: @aznil_mardin | Wawancara dengan R.M. (27), warga Kampung Koto, 10 Oktober 2025 | Data aktivitas akun per Oktober 2025 (1.247 pengikut, 160 unggahan)

*/Rika Handayani (Penulis adalah Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta)

Related posts