Tangis Haru Keluarga Miskin di Limapuluh Kota Ketika Rumahnya Dibedah Anggota DPR RI

Anggota DPR RI asal Sumbar, Rezka Oktoberia, menangis ketika mengunjungi kediaman keluarga miskin di Nagari Guguak VIII Koto, Kabupaten Limapuluh Kota. (Foto: Ist)

MINANGKABAUNEWS.COM, LIMAPULUH KOTA – Tangis haru Laila Fitri, seorang ibu rumah tangga dari keluarga miskin di Jorong Guguak, Nagari Guguak VIII Koto, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota tidak terbendung ketika kediamannya dikunjungi seorang anggota DPR RI, Kamis (28/7) siang.

Airmata Laila Fitri seketika itu tumpah membasahi pipinya. Ia pun menangis menahan sesak. Bahunya berguncang keras begitu menerima jabat tangan orang yang selama ini diketahuinya lewat foto kalender politik anggota DPR RI di terpajang di dalam rumahnya yang reot dan tidak layak huni.

Read More

“Tarimo kasih lah bersedia datang ka gubuak kami ko Buk. Tarimo kasih,” ujar Laila dengan kondisi tercekat. Suaranya terbata-bata menahan tangis.

Di dalam gubuk kayu itu, Laila tidak sendirian menangis. Ia ditemani lima anak anaknya yang bergantian menjabat tangan anggota DPR RI, Rezka Oktoberia. Ya, Rezka datang langsung ke kediaman Laila untuk mengetahui langsung kondisi rumahnya.

Pada rumah kayu yang berdiri di tanah seluas 30 meter persegi itu Laila menupangkan hidup bersama sang suaminya yang sehari-hari bekerja serabutan di Nagari Guguak VIII Koto, Kabupaten Limapuluh Kota.

Rumah tanpa kamar dan sekat pembatas itu ditempati keluarga ini bersama lima anak anak mereka yang balita dan juga yang sudah beranjak remaja.

Di dalam rumah itu pula, semua berkumpul, tanpa dapur, tanpa lantai dan hanya beralaskan anyaman bambu dan kain untuk alas tidur.

Sambil terus menyeka air mata, Pemilik rumah menunjukkan bagian bagian rumahnya yang sudah tidak berfungsi dengan baik.

Dinding-dinding kayu yang lapuk adalah sebuah pemandangan yang biasa baginya. Sebab, mereka sehari-hari terpaksa menetap disana karena ketiadaan biaya.

Bahkan ketika cuaca hujan di malam hari, Laila bersama suami dan anak-anaknya terpaksa harus berjuang melawan melawan hawa dingin. Disamping menghindari dari tetesan air yang jatuh melalui atap rumah yang bocor dan berkarat.

“Beginilah kondisi rumah kami Buk. Kami terpaksa bertahan tinggal di gubuk ini karena biaya hidup yang terbatas,” ulas Laila menceritakan nasib hidupnya.

Dalam suasana haru itu, bukan hanya si Pemilik rumah yang menangis. Rezka Oktoberia, yang juga tokoh masyarakat Limapuluh Kota tak mampu menahan air mata ketika mendengarkan cerita pahit kehidupan yang dialami Laila bersama keluarga.

Rezka tampak tertegun diam sambil sesekali menyeka air mata. Begitu diizinkan masuk ke dalam rumah, ia menyaksikan kondisi miris yang selama ini hanya disaksikannya di dalam sinetron. Inilah fakta sehari hari yang dijalani keluarga kecil di kampung halamannya itu.

“Saya tidak tahan menyaksikan ini, mereka tinggal berhimpitan di rumah yang tak layak seperti ini,” ujar Rezka sambil menyeka air matanya.

Perempuan Limapuluh Kota pertama yang berhasil duduk menjadi anggota DPR RI itu mengaku baru mendapatkan laporan dari Tim Kerjanya di daerah bahwa ada keluarga yang tinggal di rumah tak layak huni.

“Saya mendengar informasi keluarga Ibuk Laila ini dari masyarakat bahwa sudah berkali-kali tetangga keluarga tidak mampu ini meminta perhatian dari aparat pemerintah, namun belum kunjung ada tindaklanjut,” tambahnya.

Karena itu, Deputi I Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat tersebut, langsung berinisiatif untuk membereskan rehab dan perbaikan rumah milik warga di dapilnya itu sendiri.

“Alhamdulillah ada rezeki dari Allah untuk saya, maka saya ambil inisiatif untuk membedah dan memperbaiki rumah ini. Nilainya tidak seberapa, namun cukup untuk memberikan mereka kesempatan untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak dan sehat,” jelasnya.

Proses bedah dan renovasi rumah tersebut kita mulai setelah Ibu Laila Fitri dan keluarga di pindahkan ke rumah sementara. Rezka berharap dalam waktu lima belas hari ke depan, rumah baru untuk keluarga kecil tersebut sudah bisa ditempati dan dimanfaatkan.

“Nanti akan kita buat ruang ruang yang sesuai penggunaannya masing masing, mudah mudahan dengan adanya bantuan kecil ini, anak anak bisa konsentrasi belajar dan bersekolah,” jelas Rezka.

Selain memberikan bantuan untuk perbaikan rumah, Rezka juga sekaligus menyerahkan bantuan biaya pendidikan dan baju seragam sekolah. Seragam tersebut diserahkan untuk anak-anak Laila yang masih berusia pelajar.

“Semoga bantuan ini bermanfaat, saya hanya bisa membantu semampu saya, mudah mudahan mereka bisa nyaman untuk tinggal dan mampu menjadi siswa yang berprestasi, mungkin belum seberapa yang saya bisa perbuat. Tapi insyaAllah saya akan terus berjuang buat kepentingan masyarakat,” tutup Rezka. (akg)

Related posts