TB-HIV Meningkat, Pengetahuan Nakes Kota Solok Ditingkatkan

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS, SOLOK – Munculnya epidemi HIV dan AIDS di dunia menambah permasalahan TB, ko-infeksi dengan Human Immunodeficiency Virus (HIV) akan meningkatkan risiko kejadian TB secara signifikan. Tuberkulosis (TB) adalah penyebab kematian utama pada Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Diperkirakan pada tahun 2012 sebanyak 1,1 juta orang (13%) dari seluruh jumlah yang terjangkit TB adalah HIV positif. Sekitar 75% dari jumlah kasus ini terdapat di wilayah Afrika (Global Report 2013).
Kasus AIDS pertama kali dilaporkan pada 1987 di Bali.

Saat ini, perkembangan epidemi HIV di Indonesia termasuk yang tercepat di Asia. Jumlah kumulatif kasus HIV dari 2005 sampai Juni 2013 sebanyak 108.600 kasus.

Antisipasi hal ini, Dinas Kesehatan Kota Solok tingkatkan pengetahuan Nakes (Tenaga Kesehatan) dalam pendampingan dan penatalaksanaan TB (Tuberculosis) dan HIV (Human Immunodeficiency Virus), Kamis (1/12), di aula Dinkes di Laing.

Kabid P3PL Dinkes Kota Solok dr. Hiddayaturrahmi menyampaikan, saat ini angka kasus TB yang belum diperiksa HIV di rumah sakit pemerintah maupun swasta masih tinggi dikarenakan beberapa faktor.

Menurut Hiddayaturrahmi, diperlukan kegiatan pendampingan dan penatalaksanaan TB-HIV di Kota Solok. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan petugas terkait pendampingan dan penatalaksanaan TB-HIV di Kota Solok.

“Mengetahui dirinya positif HIV, ada kemungkinan akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Pemeriksaan kasus TB-HIV yang dilaksanakan di Faskes masih belum optimal,” jelasnya.

Perlu diketahui, TBC menyebar melalui udara dari satu orang ke orang lain. Bakteri ini tersebar di udara ketika orang yang menderita TBC paru batuk, berbicara, dan bersin.

TBC tidak menular melalui perlengkapan pribadi pasien yang sudah dibersihkan, seperti peralatan makan, pakaian dan tempat tidur yang digunakan pasien TBC. Pengobatan TB/HIV.***

Related posts