MINANGKABAUNEWS.com, JAKARTA – Konflik antara Rusia dan Ukraina kembali memanas dengan pertukaran serangan drone besar-besaran. Dalam update Senin (6/10/2025), kedua belah pihak saling menghujani dengan total lebih dari 750 kendaraan udara nirawak (drone) hanya dalam semalam.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melaporkan serangan gencar Rusia pada Minggu malam. Menurutnya, Kremlin meluncurkan 50 rudal dan 500 drone. Serangan menyasar sejumlah wilayah, termasuk Lviv, Ivano-Frankivsk, Zaporizhia, Chernihiv, Sumy, Kharkiv, Kherson, Odesa, dan Kirovohrad.
“Korban jiwa berjatuhan. Lima orang tewas dan sepuluh lainnya terluka,” ujar Zelensky melalui saluran Telegram, seraya menambahkan bahwa operasi penyelamatan masih berlangsung.
Zelensky mendesak komunitas internasional, khususnya Amerika Serikat dan Eropa, untuk meningkatkan tekanan terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin. “Kami membutuhkan lebih banyak perlindungan dan implementasi yang lebih cepat dari semua perjanjian pertahanan,” tegasnya.
Beberapa jam kemudian, giliran Ukraina yang membalas. Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah menembak jatuh 251 drone Ukraina yang menyerang wilayah mereka. “Sistem pertahanan udara mencegat dan menghancurkan 251 kendaraan udara nirawak sayap tetap Ukraina semalam,” bunyi pernyataan resmi mereka.
Serangan drone Ukraina tersebut dilaporkan menyasar berbagai area. Sebanyak 40 drone ditembak jatuh di atas Krimea—wilayah yang dianeksasi Rusia pada 2014—dan 62 drone lainnya di atas Laut Hitam. Puluhan drone lain dijatuhkan di wilayah perbatasan seperti Kursk dan Belgorod.
Konflik ini semakin intensif menyasar infrastruktur energi kedua negara. Rusia dilaporkan fokus pada jaringan energi Ukraina, sementara Ukraina merespons dengan menargetkan kilang minyak dan infrastruktur energi Rusia lainnya. Saling serang ini menandai eskalasi baru dalam perang yang telah berlangsung sejak invasi skala penuh Rusia pada Februari 2022.






