Tembus 6.577 Unit! Ini Kunci Sukses Sumbar Sodorkon Rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PARIWARA PEMPROV SUMBAR — Dalam semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sumatera Barat, langkah nyata pembangunan untuk kesejahteraan rakyat terus digencarkan. Salah satu fokus utama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar di bawah kepemimpinan Gubernur Mahyeldi Ansharullah adalah memastikan pemenuhan kebutuhan hunian layak, khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Komitmen ini bukan sekadar wacana, tetapi telah dibuktikan dengan realisasi signifikan dalam mendukung program nasional Tiga Juta Rumah.

Baru-baru ini, dalam Rapat Evaluasi Program Perumahan yang digelar di Auditorium Gubernuran, Gubernur Mahyeldi memaparkan capaian konkret dan strategi jitu Sumbar menghadapi tantangan penyediaan perumahan. Tercatat, pada tahun 2025 ini, telah direalisasikan 6.577 unit pembangunan dan perbaikan rumah bagi MBR. Angka ini merupakan hasil kolaborasi sinergis dari APBD kabupaten/kota se-Sumbar, CSR, dan program rumah subsidi.

“Rumah adalah pusat kehidupan keluarga, tempat pembentukan karakter. Pembangunan perumahan adalah tentang peningkatan kualitas hidup yang bermartabat,” tegas Mahyeldi, menekankan bahwa rumah lebih dari sekadar fisik bangunan.

Keberhasilan Sumbar dalam program perumahan ini pun diakui secara nasional. Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Perumahan Pedesaan Kementerian PUPR, Dr. Imran, menganugerahkan penghargaan langsung kepada Gubernur Mahyeldi atas dukungan dan kontribusinya yang luar biasa. Tak hanya itu, sejumlah daerah dan mitra di Sumbar juga dinobatkan sebagai yang terbaik. Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kota Padang Panjang, dan Kabupaten Agam meraih penghargaan untuk kategori penganggaran terbaik di APBD. Sementara Wali Kota Padang diakui atas kebijakan progresifnya membebaskan retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi rumah MBR.

Inovasi dan kearifan lokal menjadi ciri khas pendekatan Sumbar. Mahyeldi menegaskan pentingnya integrasi nilai-nilai Minangkabau dalam arsitektur dan pola permukiman modern. “Sehingga rumah tidak hanya layak huni, tetapi juga mencerminkan jati diri kami,” ujarnya. Pendekatan berbasis nagari dan kesiapsiagaan bencana, yang tercantum dalam misi Mahyeldi-Vasko, menjadi pondasi kuat dalam setiap perencanaan.

Di usia yang semakin matang ini, Sumbar menunjukkan bahwa dengan gotong royong dan sinergi pusat-daerah, tantangan besar seperti backlog perumahan dan keterbatasan lahan dapat dijawab dengan solusi nyata. Langkah Sumbar ini bukan hanya tentang memenuhi target nasional, tetapi tentang mewujudkan nagari yang sejahtera, maju, dan berdaya saing untuk generasi sekarang dan mendatang.

Related posts