Teningkatkan Pengetahuan dan Pemahaman Hak dan Perlindungan Anak, Pemkab Agam Gelar KHA

Asisten I, Rahman, S.IP saat memberi sambutan di acara pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA). (Foto/dok istimewa)

MINANGKABAUNEWS, AGAM — Dinas Dalduk KB PP dan PA Kabupaten Agam gelar pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) bagi pelaku usaha dan penyedia jasa layanan perlindungan anak, Rabu, (8/12/2021).

Kepala Dinas Dalduk KB PP dan PA Kabupaten Agam, Erniwati mengatakan, pelatihan ini digelar selama dua hari dan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terkait hak-hak serta perlindungan anak.

Read More

“Pelatihan juga bertujuan menambah wawasan peserta tentang konvensi hak anak di lingkup perusahaan,” ujarnya.

Untuk itu, ia berharap dapat terwujudnya komitmen bersama dalam meningkatkan peran penyelenggaraan perlindungan anak sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak.
“Semoga motivasi dunia usaha dan SDM lembaga layanan untuk memberikan kontribusi mewujudkan Kabupaten Agam layak anak juga meningkat,” ungkapnya.

Pihaknya juga mendorong dunia usaha untuk meningkatkan komitmen dalam pembangunan anak melalui kebijakan, produk dan program yang ramah anak. Kemudian, masyarakat juga diajak berpartisipasi dalam menyelenggarakan perlindungan anak.

Sementara itu, Bupati Agam melalui Asisten I, Rahman, mengatakan anak merupakan generasi masa depan bangsa, sehingga sangat penting untuk mencegah terjadinya degradasi moral sejak dini pada anak.

“Pemerintah telah mendesain dan mensosialisasikan sistem dan strategi pemenuhan hak-hak anak yang terintegrasi dan keberlanjutan dengan mengembangkan kabupaten layak anak,” ucapnya.

Lebih lanjut dijelaskan, sektor swasta memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah. Pemerintah, sektor swasta serta masyarakat merupakan tiga pilar utama penggerak pembangunan pada pemenuhan hak-hak anak.

Ditambahkan, untuk memastikan berjalannya peran dunia usaha dalam upaya perlindungan anak, maka diperlukan lembaga independen. Lembaga independen itu diharapkan dalam menentukan kelayakan perusahaan yang ramah anak.

“Semoga dengan pelatihan ini dapat terbentuknya APSAI Kabupaten Agam sehingga bisa mendorong komitmen dunia usaha dalam pembangunan anak di Agam,” tutupnya.

Related posts