Terkait Idul Adha, Wako Solok Pilih Ikut Kemenag RI

MINANGKABAUNEWS, SOLOK – Seperti sudah menjadi kebiasaan, jika akan memasuki hari-hari besar Islam, selalu terjadi perbedaan antara Pemerintah Pusat dengan beberapa ormas Islam dalam pelaksanaan hari besar islam.

Kondisi ini berimbas pada kondisi sosial umat. Muncul kebimbangan dan kebingungan dikalangan umat Islam, antara memilih ikut pemerintah atau ikut ormas Islam lainya.

Read More

Menyikapi hal ini, Walikota Solok Zul Elfian Umar lebih memilih ikut keputusan Pemerintah Pusat yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor : 668 Tahun 2022, tentang Penetapan 1 Dzulhijjah dan Idul Adha 1443 Hijriah pada tanggal 29 Juni 2022, yakni hari Minggu 10 Juli 2022.

Keputusan ini diambil Walikota Solok, Rabu (7/7/2022), pada rapat terbatas terkait polemik perbedaan pelaksanaan sholat Idul Adha di Indonesia dengan beberapa organisasi perangkat daerah di Balaikota Solok.

Wako meminta OPD dan masyarakat Kota Solok untuk tidak memperdalam perbedaan waktu jatuhnya pelaksanaan sholat Idul Adha.

“Sesama muslim bersaudara, jangan memperdalam perbedaan pelaksanaan sholat Idul Adha. Untuk Kota Solok, kita ikut Pemerintah Pusat melalui Kementerian Agama Republik Indonesia dan sudah disepakati PHBI Kota Solok, yaitu tanggal 10 Juli 2022 di Lapangan Merdeka,” katanya.

Selain itu, Wako juga mengingatkan OPD agar segera melakukan percepatan kegiatan-kegiatan strategis, sehingga akan mendorong terjadinya percepatan pergerakan perekonomian daerah.

“Saya ingatkan pada OPD untuk bergerak cepat dalam menyelesaikan kegiatan-kegiatan strategis, guna mendorong percepatan pergerakan perekonomian daerah. Lakukan evaluasi dan awasi dengan benar agar dampak pembangunan dapat dirasakan dan dimanfaatkan masyarakat,” tekan Wako.

Related posts