Terkait Kepala Dusun Bunuh Teman Di Pariaman, Berikut Penjelasan Kades dan Ketua BPD

  • Whatsapp

PARIAMAN, MINANGKABUNEWS – Pariaman dan jagat maya hiruk beberapa waktu lalu. Seorang kepala dusun yang biasanya tak bermasalah tiba-tiba menjadi seorang pembunuh.

Berikut pernyataan Kepala Desa Air Santok Efison dan Ketua BPD Dedi Afrizal kepada wartawan.

Kepala Desa Airsantok, Edison, 44 tahun, mengatakan, Bhr alias Tbr sudah dua periode menjabat kepala dusun. Selama menjabat, perilaku sehari-harinya wajar dan disukai warga. Setahu dia, Bhr juga tidak pernah berkelahi dengan warga lain.

Sebagaimana kepala dusun lainnya, kata Edison, Tbr selalu aktif dalam setiap kegiatan masyarakat di dusunnya. Hubungannya dengan warga dan perangkat desa, kata Edison juga terbilang harmonis.

“Tidak ada yang janggal dengan perilakunya, wajar-wajar saja. Sebagai kepala dusun, ia menjalankan tugasnya dengan baik, makanya ia kembali dipercaya warga jadi kepala dusun untuk periode kedua,” kata dia.

Saat terjadi peristiwa pembunuhan, Edison mengaku sedang berada di sawah. Jika saja ada warga selain korban dan Tbr di lokasi kejadian, Edison meyakini akan terjadi kisah yang berbeda.

Sebagai kepala desa, Edison bersama pemuka Desa Airsantok lainnya, juga telah mendatangi Mapolsek Pariaman. Di Mapolsek Pariaman, menurut Edison, ia membenarkan Tbr dengan kesadaran sendiri menyerahkan diri setelah membunuh korban.

Edison menyayangkan peristiwa tersebut karena antara Tbr dan Herman masih punya hubungan kekerabatan. Sebagai kepala desa, sebelumnya ia juga pernah mendamaikan perselisihan keduanya

Sementara menurut Ketua BPD Dedi Afrizal, perselisihan antara Herman dan Tbr sudah beberapa kali diselesaikan pemuka masyarakat dan sudah pernah saling berdamai.

Tbr sendiri, kata Dedi, sebelum dipilih warga menjadi kepala dusun, pernah merantau ke pulau Jawa dan kembali menetap di Desa Santok setelah menikah dengan Yen. Sebelumnya, istri pertama Tbr meninggal dunia.

“Ia tidak memilki anak bersama Yen, tapi pernikahannya dengan istri terdahulunya di Jawa, ia memiliki anak,” kata Dedi.

Saat ini, kata Dedi, pihak desa menyerahkan sepenuhnya kasus itu kepada pihak kepolisian dan memprosesnya sesuai dengan hukum yang berlaku. Pihak desa tidak akan mencampuri urusan hukum terkait peristiwa pembunuhan itu.

“Kita fokus mencegah hal yang tidak dinginkan ke depannya. Kita mendoakan agar keluarga korban diberi ketabahan atas peristiwa yang sama-sama tidak diinginkan ini,” kata Dedi Senen (31/5).(red)

Related posts