MINANGKABAUNEWS.com, JAKARTA — Sebuah kunjungan kerja penting dilakukan oleh Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, ke Anjungan Sumatera Barat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Sabtu (8/11/2025). Kunjungan ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan sebuah langkah strategis untuk membangkitkan potensi besar yang selama ini terpendam.
Muhidi menegaskan dengan tegas bahwa anjungan tersebut harus naik kelas. Baginya, bangunan itu bukan sekadar struktur fisik, melainkan wajah dan etalase kebanggaan Ranah Minang di jantung ibu kota. Visinya jelas: menjadikannya destinasi yang mampu memukau wisatawan nasional dan internasional, sekaligus penggerak ekonomi bagi masyarakat Sumbar.
“Ini adalah peluang emas kita untuk memperkenalkan kekayaan budaya, adat, serta tradisi Minangkabau kepada dunia. Anjungan ini harus menjadi gerbang utama yang mengundang rasa penasaran setiap pengunjung untuk kemudian berkunjung langsung ke tanah Minang,” tegas politisi Fraksi PKS tersebut.
Dalam peninjauannya, Muhidi tidak hanya memberi semangat. Ia melontarkan sejumlah arahan strategis dan konkret kepada Badan Penghubung Sumbar selaku pengelola. Poin utamanya adalah promosi yang agresif dan pelayanan yang prima. Setiap karyawan dituntut untuk menjadi duta budaya yang aktif mempromosikan keunikan daerah serta melayani pengunjung dengan cepat, ramah, dan profesional.
Selain itu, ia juga mendorong peningkatan fasilitas secara berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan laporan yang disampaikan oleh Kepala Seksi Promosi Daerah, Sari Anggraini. Meski mengungkapkan kabar baik bahwa Anjungan Sumbar termasuk dalam lima besar anjungan terpopuler di TMII, Sari menyoroti perlunya peningkatan beberapa fasilitas pendukung, seperti pengadaan kendaraan listrik dan pembangunan toilet tambahan untuk kenyamanan wisatawan.
Merespons hal tersebut, Muhidi berkomitmen penuh untuk mengawal dan mendukung segala upaya perbaikan. Tujuannya tunggal: memastikan Anjungan Sumatera Barat menjelma menjadi sebuah pusat informasi budaya yang representatif, modern, dan membawa manfaat nyata. Dengan langkah ini, Anjungan Sumbar diharapkan tidak hanya menjadi bangunan, tetapi sebuah destinasi hidup yang bercerita dan menggerakkan.






