Terungkap! Wagub: Orang Datang Wisata ke Sumbar Bukan Karena Alamnya Tapi…

  • Whatsapp
bimbingan tekhnis sadar wisata sub kegiatan peningkatan peran serta masyarakat dalam pengembangan kemitraan pariwisata.

LMINANGKABAUNEWS.COM, PADANG — Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar menggelar bimbingan tekhnis sadar wisata sub kegiatan peningkatan peran serta masyarakat dalam pengembangan kemitraan pariwisata sebanyak 140 pengelolah obyek wisata asal Kabupaten Pesisir Selatan di Hotel Axana Padang, Rabu, (20/10/2021).

Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy mrngatakan Orang yang datang ke Sumbar karena adanya relasi atau pertaliannya karena orang jawa senang berkunjung ke Bali, kebanyakan orang datang tidak ada yang memakai aksen jawa bali.

Lanjutnya, maka itu harus disiapkan segala sesuatunya pertama pentingnya disiapkan orangnya, Bali hebat pariwisatanya bukan karena alamnya tetapi karena SDM-nya.

“Kabupaten Pesisir Selatan harus menjadi kawasan yang bersih dan tertata rapi. Jangan buang sampah sembarangan dan WC pun harus bersih serta skan tempat air. Dua faktor utama orang berkunjungbyakni cleanlines dan servives bukan melulu soal Infrastruktur.

“Intinya jika pariwisata ingin maju kuncinya pada peningkatannkebersihan, pelayanan dan kesadaran diri sendiri,” tuturnya

Pemantapan ini, lanjut Audy, adalah hal yang paling mendasar yakni mental dan perilaku masyarakat yang berada di sekitar destinasi wisata termasuk para pelaku dan pengelolanya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar, Novrial mengatakan mengatakan masyarakat yang sadar dan bertanggung jawab serta mendorong peran aktif masyarakat lainnya dapat mendukung upaya terwujudnya sadar wisata dan sapta pesona.

“Saat berperan sebagai tuan rumah bagi wisatawan, masyarakat harus bisa menerima tamu dengan baik dan memberikan pelayanan yang prima,” ujarnya.

Novrial berharap penerapan konsep sapta pesona yaitu aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah tamah, dan kenangan di suatu destinasi wisata dapat menumbuhkan semangat dan meningkatkan minat wisatawan baik lokal, nasional, maupun mancanegara untuk mengunjungi objek wisata tersebut.

“Kami berharap destinasi wisata yang sudah ada maupun yang baru akan dibangun di Kabupaten Kolaka dapat terus berkembang dan nantinya bisa dipertahankan,” tambahnya.

Dirinya juga berharap setelah mengikuti kegiatan sosialisasi ini pengelola destinasi wisata dan kelompok sadar wisata dapat memberikan pelayanan dan pengalaman sesuai dengan konsep sadar wisata dan sapta pesona.

Novrial mengakui penerapan sapta pesona ini pada sejumlah destinasi wisata sudah selalu dilakukan oleh pengelola destinasi wisata dan kelompok sadar wisata. Hanya saja, kata dia, mereka selama ini belum melakukannya secara optimal.

Anggota DPRD Sumbar Imral Adenansi, SH, MH mengatakan Pesisir Selatan adalah kepingan sorga yang jatuh kebumi karena banyaknya destinasi wisata yang menjadi sorga bagi pelancong.

Kasi Hubungan Kelembagaan, Febriadi mengatakan Bimtek diadakan dengan tujuan untuk sosialisasi dan pembekalan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) untuk mengelola desa wisata, dalam hal Adaptasi Kebiasaan baru (AKB) di tengah pandemi Covid-19.

Materi meliputi sadar wisata, sapta pesona, Clean Healt Safety and Environment (CHSE), pelayanan prima, dan potensi produk wisata agar dapat diterapkan dalam pengembangan desa wisata terkait.

 

Related posts