Tim Inovasi Puskesmas Ranah Ampek Hulu Lakukan Pembinaan Ke Nagari Tebing Tinggi Tapan

  • Whatsapp

PESISIR SELATAN, MINANGKABAUNEWS -Tim inovasi Puskesmas Ranah Ampek Hulu Tapan melakukan kegiatan pembinaan ke Nagari Tebing Tinggi Tapan dalam rangka persiapan penilaian inovasi Puskesmas, Selasa (21/6).

 

Kepala Puskesman Ranah Ampek Hulu Tapan, Idris, SKM mengatakan, kegiatan pembinaan tersebut salah satunya mengaktifkan kembali Dasawisma Manggis. “Dasawisma ini merupakan salah satu yang menjadi percontohan kebun gizi di nagari. Dasawisma di tanami sayur-sayuran, buah-buahan dan juga apotik hidup,” ungkapnya.

 

Dikatakan, inovasi Puskesmas Ranah Ampek Hulu Tapan juga melakukan pembinaan Kampung Gizi di Nagari Tebing Tinggi Tapan. Hal ini dilatar belakangi oleh masalah kesehatan balita dan sebagai upaya pencegahan stunting. Kegiatannya mencakup pembinaan dasawisma dan toga nagari.

 

Lebih lanjut disebutkan, salah satu masalah kesehatan yang sedang menjadi perhatian serius pemerintah adalah stunting. Stunting terjadi ketika anak mengalami gangguan tumbuh kembang yang dialami akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai.

 

Ada beberapa faktor yang menyebabkan anak mengalami stunting, mulai dari kurangnya asupan nutrisi dari ASI dan MPASI hingga sanitasi yang buruk. Dalam hal ini sangat dibutuhkan perhatian semua pihak agar kasus stunting tidak terjadi di daerah ini.

 

Pada kesempatan itu Walinagari Tebing Tinggi Tapan, Jonasri, Kepala Kampung Tebing Tinggi, Supardi dan Kepala Kampung Bukit Putus, Nurdin, staf nagari, kader dasawisma. Kemudian hadir Tim Inovasi dari Puskesmas Ranah Ampek Hulu Tapan, Drg. Melisa Fristy Effendi, Rahmi Haldina, A.Md.KL, Dela Septianingsih, SKM dan Yomi Hildayanti,SKM.

 

Dalam kesempatan itu secara bersama-sama dilakukan penanaman bibit sayuran kacang panjang, bayam dan kangkung. Hasil tanam Dasawisma Manggis bisa dimanfaatkan oleh masyarakat nagari khususnya masyarakat di sekitar dasawisma secara gratis.

 

Diharapkan dengan adanya percontohan dasawisma dan toga nagari ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayur dan buah, sehingga dapat memenuhi kebutuhan sayur dan buah bagi rumah tangga.

Related posts