MINANGKABAUNEWS.COM, MENTAWAI – Tim Relima Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Mentawai berkunjung dan memberikan kontribusi dalam Workshop Resensi Buku di SMP Negeri 1 Siberut Selatan.
Kegiatan ini berlangsung di ruangan kelas SMPN 1 Siberut Selatan dengan dihadiri oleh puluhan siswa siswi yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan dalam Workshop Resensi buku. Jumat, (05/06/2026)

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Mentawai Jop Sirirui mengatakan, mengenai workshop resensi buku menyoroti kegiatan seperti pelatihan bagi pelajar, dan staf perpustakaan untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, menganalisis karya, dan meningkatkan budaya literasi.
Pelatihan ini juga kerap dirangkaikan dengan lomba atau diskusi bedah buku. Dan mengetahui tips dasar cara meresensi atau membuat tinjauan buku yang baik, dan formatnya.
Dengan kegiatan Workshop Resensi Buku yang digelar sangat didukung. Karena siswa siswi dapat mengetahui dan meningkatkan pemahaman terkait buku buku bacaan yang ada di lingkungan sekolah, ujar Kadis.

Meresensi buku mencakup seperti mengenal
Identitas Buku: Judul, pengarang, penerbit, tahun terbit, dan tebal halaman. Sinopsis atau Isi: Ringkasan singkat mengenai alur atau pokok bahasan buku. Evaluasi: Penilaian objektif mengenai kelebihan dan kelemahan karya. Kesimpulan: Rekomendasi kepada siapa buku tersebut layak dibaca.
Adapun yang terlibat dalam resensi buku di SMPN 1 Sikabaluan yakini Kepala Perpustakaan Zuzi Anita, Petugas Perustakaan Alya Lia Daya, Guru Mapel Bahasa Indonesia Hotpita Asini Situmorang, Regina Saruru dan Nur Yanti.

Pada sesi resensi buku, peserta dikenalkan pada teknik dasar mengulas buku secara sistematis, mulai dari memahami isi bacaan, menemukan pesan.
Kegiatan dalam meresensi buku adalah proses mengulas, menganalisis, dan memberikan penilaian terhadap suatu karya. Dengan tahapan utamanya yaitu Mengenali Buku: Mencatat data identitas karya seperti judul, penulis, penerbit, tahun terbit, dan tebal halaman. Membaca Cermat: Membaca buku secara keseluruhan untuk memahami isi, alur, dan pesan yang disampaikan penulis.

Membuat Ringkasan: Menulis sinopsis atau ringkasan alur cerita (fiksi) maupun gagasan utama (nonfiksi) secara garis besar.
Memberikan Penilaian: Mengkritisi serta menguraikan kelebihan dan kekurangan buku, baik dari segi gaya bahasa, penokohan, maupun format penyajian.
Siswa yang mengikuti kegiatan Workshop Resensi Buku, selain untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa, kegiatan ini berupaya melatih secara praktis menulis resensi menjadi karya yang dapat dipublikasikan, baik di mading atau buku antologi.
“Kami sangat senang bisa menggelar pelatihan Workshop resensi buku. Ini bagian dari pengembangan literasi sekolah dan upaya menungkatkan kemampuan siswa, khususnya resensi. Saya berharap nantinya ada siswa yang mahir menulis resensi atau lainnya dan bisa dipublikasikan” ujar Kepala Perpustakaan SMPN 1 Siberut Selatan Zuzi Anita.

Untuk itu, para siswa dibekali pengetahuan unsur-unsur penting menulis resensi yaitu 1) Judul Resensi, 2) Identitas Buku, 3) Sinopsis (Ringkasan), 4) Intisari Buku (Tema, Latar, Alur, Gaya, Keunikan, dsb), 5) Kelebihan dan Kekurangan Buku, dan 6) Kesimpulan (Rekomendasi).
Untuk pengembangan literasi sekolah, menulis resensi sangat bagus karena harus didahului aktivitas membaca. Ada dua keterampilan berbahasa yang dilatih dari resensi buku, yaitu membaca dan menulis. Semoga dari workshop ini, bisa lahir satu buku karya bersama siswa atas bimbingan guru bahasa Indonesia.
Workshop resensi buku ini mengajak para siswa untuk praktik menulis secara langsung. Dari kata sederhana yang kemudian dikembangkan menjadi kalimat hingga fokus pada isi sebuah buku. Maka menulis itu mudah dilakukan asal dilatih dan dibiasakan. (Tirman)






