Tingkatkan Kompetensi, Dinpar Sumbar Gelar Pelatihan bagi Pelaku Homestay dan Pemandu Wisata

MINANGKABAUNEWS.COM, PADANG — Kegiatan Pelatihan berbasis kompetensi Homestay dan pemandu wisata merupakan salah satu kegiatan pada Program Pengembangan Kemitraan, kegiatan Pengembangan Desa Wisata sebagai Daya Tarik Alternatif di Bidang Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kegiatan pelatihan berbasis kompetensi ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya dalam peningkatan dan pengembangan sumber daya pariwisata (SDP) khususnya dalam peningkatan kualitas layanan.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Sumbar yang diwakili Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mulyadi di Padang, Selasa (14/6/2022).

Read More

Lebih lanjut Mulyadi mengatakan Sumbar yang dikenal kaya dengan berbagai potensi industri pariwisata, diharapkan terus mampu menarik minat para wisatawan untuk datang berkunjung, sehingga nantinya mampu mendukung pengembangan pariwisata untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Sumbar. Selain potensi pariwisata yang ada, fasilitas-fasilitas pendukung tentu sangatlah memegang peranan penting, salah satunya akomodasi penginapan bagi para wisatawan. Untuk itu, dibutuhkan SDM, pengelolaan dan manajemen yang baik, khususnya bagi homestay dan pemandu wisata yang sedang berkembang saat ini. Karena lewat pelatihan ini pelaku industri pariwisata diajak untuk memiliki kompetensi dasar pelayanan prima.

Digelarnya kegiatan ini juga untuk pemerataan pembangunan kepariwisataan sekaligus mendorong berkembangnya pengembangan desa wisata. Hal tersebut perlu didukung melalui kegiatan pelatihan berbasis kompetrnsi homestay di Padang. Melalui kegiatan ini diharapkan kepada para peserta yang berasal dari seluruh kelompok sadar wisata di Sumbar dapat bersinergi dan sharing pengalaman serta saling melengkapi untuk bisa menciptakan suatu manajemen pengelolaan homestay yang profesional, sehingga mampu bersaing dengan akomodasi wisata yang lebih dulu telah berkembang serta mampu memberikan pelayanan kepada wisatawan secara profesional.

“Harapan kita peserta mampu mengimplementasikan kompetensinya untuk peningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang pada akhirnya semakin meningkatnya kualitas pelayanan dan memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan perekonomian masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu Kasi Hubungan Kelembagaan dan Ekonomi Kreatif, Febriadi melaporkan maksud dan tujuan kegiatan Pelatihan berbasis kompetensi Homestay dan tour guide se-Sumbar yaitu untuk mendukung daerah dalam upaya meningkatkan kualitas destinasi pariwisata dan daya saing kepariwisataan daerah. Selain itu juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas masyarakat lokal, serta perluasan kerja di bidang pariwisata khususnya akomodasi homestay dan pemandu wisata.

Kegiatan pelatihan ini berlangsung selama dua hari, mulai dari tanggal 14-15 Juni 2022 dan diikuti oleh sekitar 50 orang peserta yang terdiri dari pemilik atau pengelola homestay/pondok wisata yang ada di wilayah Sumbar. Materi yang diberikan meliputi gerakan sadar wisata, sapta pesona, dan layanan prima SDM pariwisata, peran homestay pondok wisata dalam pariwisata berbasis masyarakat, prinsip CHSE (clean, health, safety, environment ), aspek produk dalam usaha homestay, aspek pelayanan dalam usaha homestay dan aspek pengelolaan dalam usaha homestay dengan menghadirkan narasumber dari Ketua DPD PHRI Sumbar, Rina. Hari kedua kunjungan ke Home Stay Sulit Air, Kota Solok.

Related posts