Titik Distribusi Vaksin Covid-19 untuk Kota Bukittinggi Diselenggarakan di Tujuh Puskesmas dan Enam Rumah Sakit

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS, BUKITTINGGI – Terkait Vaksin Covid-19 sebelumnya Dinkes (Dinas Kesehatan) Kota Bukittinggi di alokasikan oleh Dinkes Provinsi sesuai sasaran dan juga termin- termin.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi melalui Kabid.Kesmas dan P2P, drg.Salvi Raini diruang kerjanya. Jum’at (28/5/2021).

Read More

Menurutnya, pelayanan vaksinasi sudah berada di tahap dua, dan sudah di termin ke empat sebenarnya, pihaknya mengejar masih buru-buru, selain pelayanan publik kita mengarah ke guru-guru.

” Kita biasanya mengajukan usulan berapa sasaran target vaksinasi dan jumlah permintaan,” ujar drg. Salvi.

Lebih lanjut drg. Salvi mengatakan, sekarang ada kebijakan dari Kemenkes ( Kementerian Kesehatan), pihaknya ada semacam Hap (ada perpanjangan tangan).

” Kita bekerjasama dengan Indo Farma, jadi mereka mengambil langsung dari Bio Farma dan mereka langsung mendistribusikan ke Kabupaten /Kota sesuai permintaan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kemarin sudah informasikan, pihaknya memintak untuk 180 Pial Vaksin (berarti untuk 1.800 orang), ternyata dari konfirmasi terakhir barangnya belum datang, masih didalam perjalanan.

” Sekarang kami sedang berupaya untuk memintak ke Propinsi, karena stok kita di gudang Farmasi boleh dikatakan habis, hanya tinggal satu Pial lagi, dan kondisi terakhirpun berapa sisa stok yang ada di Faskes,” imbuh Salvi.

Biasanya Puskesmas meminta ke Dinkes, dan mereka juga menyimpan, jadi untuk vaksin kedua dari sasaran kita belum mendapatkan data terakhir, karena sejak dua hari yang lalu petugas yang bertugas untuk vaksin ini, lagi dirawat di rumah sakit.

“Titik distribusi vaksin untuk Kota Bukittinggi kita selenggarakan di tujuh Puskesmas dan enam rumah sakit, sebelumnya yang dilatih diawal itu lima rumah sakit. Cuma gara-gara sudah punya RSUD yang sudah diresmikan, dan kebetulan petugas – petugas Vaksinator sudah dilatih dulu di puskesmas banyak juga yang pindah ke – RSUD dan kita menjadikan disitu salah satu tempat pelaksanaan vaksin,” sambungnya.

Alhamdulillah, pasien belum terlalu banyak disana, sehingga kasus – kasus yang rasanya agak sulit, orang – orang yang penuh kekhawatiran, ketakutan atau yang penuh dengan Kormobit.

” Orang – orang penyintas Covid, kita arahkan ke rumah sakit, salah satunya RSUD Bukittinggi Bukittinggi,” tuturnya.

Kemarin sudah kita bicarakan di tingkat Kota, bagaimana upaya kita kedepan, agar Lansia ini bisa dan mau secara sukarela datang untuk mendapatkan Vaksin.

” Target kita 9000 lebih untuk vaksin Lansia Bukittinggi, sesuai kuota dari Pusat (Kemenkes), tutup drg. Salvi Raini mengakhiri.

Related posts