TMMD 2021 Sasar Lima Kabupaten di Sumbar, Apa Saja?

  • Whatsapp
Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy saat membuka TMMD ke-112 di Kabupaten Solok, Rabu, (15/9).

MINANGKABAUNEWS.COM, JAKARTA — TNI Manunggal Membangun Desa/Nagari (TMMD)tahun 2021 telah membantu pembangunan nagari/desa pada lima kabupaten di Sumatera Barat sehingga sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Tahun 2021 TMMD digelar tiga kali pada lima kabupaten sehingga manfaatnya terasa lebih luas,” kata Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy saat membuka TMMD ke-112 di Kabupaten Solok, Rabu (15/9/2021).

Read More

TMMD ke-110 digelar di dua lokasi yaitu Kabupaten Kepulauan Mentawai dan Kabupaten Padang Pariaman pada Februari-Maret 2021.

TMMD ke-111 digelar pada satu lokasi yaitu di Kecamatan Mungka Kabupaten 50 Kota yang dilaksanakan pada Juni-Juli 2021.

Dan TMMD ke-112 dilaksanakan pada dua daerah yaitu di Kabupaten Agam dan Kabupaten Solok yaitu Nagari Koto Sani dan Tanjung Alai Kecamatan X Koto Singkarak yang dijadwalkan selama sebulan dari tanggal 15 September sampai 14 Oktober 2021.

Audy mengatakan TMMD merupakan program lintas sektoral untuk meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat yang lebih baik dan mandiri.

Kriteria dan sasaran adalah daerah pedesaan yang tergolong daerah miskin atau daerah tertinggal, daerah terisolir, terpencil, daerah perbatasan atau pulau terluar atau daerah kumuh perkotaan atau daerah-daerah lain yang terkena dampak bencana.

Program TMMD adalah upaya untuk memberdayakan masyarakat desa dan nagari dengan membangun dan rehabilitasi sarana prasarana wilayah dan fasilitas sosial umum yang secara langsung dapat menyentuh kepentingan masyarakat setempat disamping itu juga untuk membantu pemerintah memberdayakan wilayah serta meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah untuk kepentingan pertahanan negara dan mewujudkan ketahanan wilayah yang tangguh guna memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

Program TMMD mewujudkan visi Presiden Jokowi untuk membangun infrastruktur dan ekonomi guna menjawab persoalan kemiskinan dan ketimpangan pembangunan.

Program itu juga sejalan dengan visi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar yaitu terwujudnya Sumbar Madani dan sejahtera dengan meningkatkan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Sementara itu Komandan Kodim 0309/Solok, Letnan Kolonel Reno Triambodo mengatakan TMMD kali ini mengambil tema “TMMD Mewujudkan Sinergi Membangun Negeri”.

Sasaran fisik pada TMMD di Kabupaten Solok diantaranya pembukaan jalan usaha tani sepanjang 1127,8 meter lebar 5 meter, pengecoran atau betonisasi jalan ke danau dengan panjang 252 meter dan lebar 3 meter.

Kemudian rehabilitasi irigasi Banda Karang dengan panjang 136 meter, rehab rumah tidak layak huni 5 unit dan rehab lapangan bola kaki.

Personil yang terlibat masing-masing TNI 110 orang, personel polri 22 orang, Pemkab Solok 16 orang, kejaksaan negeri dua orang dengan jumlah total 150 orang.
Anggaran kegiatan menggunakan APBD Kabupaten Solok tahun 2021.

Turut hadir pada acara tersebut, Bupati Solok dalam hal ini diwakili oleh Asisten Koordinator Bidang Eksbangkesra Madison, Forkopimda Kabupaten Solok, Danrem 032/ Wirabraja, Pimpinan DPRD, Dandim 0309, Kapolres Solok,  Kapolres Solok Kota, Kajari Solok, Pengadilan Negeri Solok Dan Pengadilan Agama.

BIRO ADPIM SETDAPROV SUMBAR
[15/9 20.13] Budi: Wagub Sumbar minta orang tua siswa izinkan anak untuk vaksinasi

Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy meminta kesediaan orang tua siswa SMA/SMK dan SLB di provinsi itu untuk mengizinkan anaknya untuk mengikuti program Gebyar Vaksinasi agar pembelajaran tatap muka bisa segera dilakukan.

“Vaksin ini aman dan halal. Orang tua tidak perlu cemas. Dengan melakukan vaksinasi maka pembelajaran tatap muka di sekolah bisa dipercepat,” katanya saat meninjau vaksinasi di SMA N 3 Tanah Datar, Rabu(15/09/2021).

Wagub menyebut sejak beberapa hari terakhir program Gebyar Vaksin telah diluncurkan untuk siswa SMA/SMK dan SLB se-Sumbar untuk mengecar cakupan vaksinasi remaja yang masih rendah.

Data sementara vaksinasi remaja untuk dosis pertama baru 4,5 persen sementara untuk dosis kedua baru sekitar 2 persen.

“Vaksinasi ini adalah sebuah ikhtiar agar pandemi COVID-19 bisa segera berakhir. Karena itu butuh dukungan semua pihak,” katanya.

Ia meminta siswa yang telah divaksin mengajak teman-temannya untuk ikut divaksin. Juga mengajak orang tua yang masih belum divaksin.

“Kita tidak batasi hanya untuk siswa. Siapa saja boleh. orang tua siswa juga boleh. Kalau vaksinnya kurang tinggal kabari dan akan segera dikirim dari provinsi,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Tanah Datar Yesrita Zendrianis mengatakan vaksin di SMA N 3 telah dilakukan bagi 285 siswa dari 376 siswa.

Sebagian siswa yang belum vaksin disebabkan ada yang sedang dalam kondisi sakit dan belum mendapat izin dari orang tua.

Ia yakin program Gebyar Vaksin di Tanah Datar bisa berjalan dengan baik karena selama ini antusiasme warga untuk divaksin cukup tinggi.

Related posts