Tokoh Pers Muhammadiyah Marjohan Berpulang ke Rahmatullah, PWM Sumbar Berduka!

  • Whatsapp
Wakil Ketua PDM Pasaman (Foto: Dok. Istimewa).

MINANGKABAUNEWS.COM, PADANG — Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sumatera Barat, beserta Ortom dan AUM turut berduka atas meninggal dunianya Wakil Ketua PDM Pasaman Marjohan di Padang, Sabtu, (18/9/2021) pukul 18.30Wib.

“Inalillahi wa innailaihi rajiun, Atas nama keluarga besar Muhammadiyah Sumbar, saya mengucapkan turut berdukacita yang mendalam atas berpulangnya kehadirat Allah Wakil Ketua PDM Pasaman Marjohan, yang juga tokoh Pers Muhammadiyah Sumatera Barat,” ujar Buya Shofwan Karim Elhussein didampingi Sekretaris Buya Nurman Agus dalam keterangannya, Minggu, (19/9/2021).

Read More

Dalam pandangan Buya Shofwan Karim,
Dirinya sangat terkesan dengan Almarhum Drs Marjohan, M.M sewaktu menjadi mahasiswa di Fakuktas Dakwah IAIN IB Padang, sebagai kader Muhammadiyah aktivis IMM yang gigih berdakwah lisan dan tulisan.

Lanjut Buya, Almarhum turut menjadi reporter dan mengembangkan Majalah Suara Muhammadiyah (SM) di Sumbar. Beberapa lama juga menjadi reporter Majalah Panji Masyarakat (Panjimas) bersama Mafri Amir awal 70-80an.

“Waktu itu artikel saya pernah di muat beberapa kali di Panjimas. Mereka berdua yang dorong saya menulis di Panjimas bersama Pemimpin Redaksi Mahyudin Usman kala itu,” ujar Buya Shofwan Karim Elhussein

“Kini Majalah yang didirikan Buya Hamka itu menjadi digital. Tetap dengan nama Panjimas tetapi mungkin oleh pihak lain.
Seingat saya setelah Buya Hamka wafat, Panjimas masih terus terbit cetak. Belakangan ada pihak tertentu ingin beli tetapi keluarga Buya Hamka tidak berkenan karena pihak lain itu tidak menganut misi yang sama,” tutur Buya Shofwan Karim.

Buya Shofwan juga menceritakan almarhum belakangan aktif menulis buku yang beberapa di antara didorong Pemda Pasaman. Di antaranya buku-buku tentang Perang Paderi dan Tuanku Imam Bonjol dan juga buku bersama penulis lain di Muhammadiyah seperti RB Khatib P. Kayo, Adi Bermasa, Bakhtiar dan Nurman Agus serta almarhum Zaili Asril dan lainnya. “Beliau hangat dalam pergaulan dan “galetek” dalam menulis,” tuturnya.

“Kita kehilangan beliau dan mendoakannya mendapat tempat yang mulia di syurga jannatun naim. Keluarga yang ditinggalkan ikhlas, sabar dan tawakal. Amin,” katanya.

Jenazah akan dikebumikan Simabur Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Related posts