Tradisi Halal bi Halal Usai Lebaran Dimulai Pemko Solok

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS, SOLOK – Tradisi atau budaya halal BI halal dikalangan birokrat usai lebaran di mulai Pemerintah Kota Solok secara perdana. Tradisi ini diawali oleh Dinas Perumahan dan Pemukiman dan Dinas Pangan Pemerintah Kota Solok.

Di temui MinangkabauNews.com usai halal bi halal di Dinas Perkim dan Dinas Pangan di Laing, Jumat (19/4/2024), Walikota Solok Zul Elfian Umar menyampaikan bahwasanya halal bi halal merupakan sebuah kegiatan positif sebagai sarana merajut kembali hubungan silaturahmi sesama hamba Allah.

Read More

Hubungan silaturahmi sesama hamba Allah tidak boleh rusak bahkan terputus oleh apapun, jika hubungan silaturahmi rusak maka ibadah kita akan sia-sia hingga jalinan silaturahmi tersebut diperbaiki.

“Perkokoh hubungan silaturahmi dengan siapa saja, terutama dengan orang tua, sanak saudara, tetangga, dan sesama kolega, baik diinstansi yang sama maupun beda. Silaturahmi mempercepat catatan amal kita menuju Allah Rabbul Jalil” Pesan Wako.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Halalbihalal berarti maaf memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa ramadhan, biasanya halal bi halal disebuah tempat yang disepakati, seperti gedung atau aula, cafe atau resto, sekolah, dan perkantoran.

Bahkan ada yang menggelar halal bi halal ditempat wisata, seperti di pantai dan tempat wisata pegunungan, ada juga yang melakukanya di rumah kerabat, tergantung kesepakatan dan cuan.

Halal bi halal selain bermaaf-maafan, halal bi halal juga bermakna sebagai penyambung tali silaturahmi antara atasan dan bawahan, karib kerabat, sanak saudara, teman pergaulan, dan alumni.***


Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Minangkabaunews.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Related posts