Tradisi ka Lapau di Minangkabau

  • Whatsapp

Oleh : Raditya Partama Yunanda

Lapau adalah sebuah warung kopi tradisional Minangkabau yang sering dikunjungi oleh lelaki Minangkabau saat malam hari. Pemuda sampai lelaki dewasa biasanya menghabiskan waktu di lapau dengan tujuan yang beragam, mulai dari melepas penat dengan melakukan permainan khas lapau sampai bercerita tentang kehidupan yang telah mereka jalani. Selain tempat berkumpulnya lelaki Minangkabau, lapau juga dijadikan sebagai tempat berdiskusi dan membahas segala sesuatu yang terjadi, mulai dari permasalahan politik, agama, budaya, sosial, bahkan permasalahan pribadi tidak luput dari pembicaraan.

Dalam pembicaraan yang disebut dengan “ota lapau” akan membahas permasalahan yang akan rampung dalam satu malam, itulah kehebatan lelaki Minangkabau yang bisa menyimpulkan segala sesuatu yang akan terselesaikan tidak lebih dari satu malam. Tapi pembicaraan yang terjadi cenderung tidak terstruktur bahkan kacau, permasalahan yang akan dibahas cenderung tidak sesuai dengan kenyataan aslinya, yang mengakibatkan terjadinya kesalah pahaman yang akan menimbulkan pertikaian antar sesama.

Untuk saat ini, banyak pemuda Minangkabau yang tidak mengikuti tradisi lelaki Minangkabau untuk pergi ke lapau, mereka lebih memilih untuk mengunjungi tempat tempat yang dinilai mempunyai tempat yang bagus untuk sekedar ngumpul, seperti cafe dan tempat nongkrong yang dianggap sesuai dengan keadaan zaman sekarang ini.

Pemuda sekarang memiliki perhitungan yang tinggi untuk memilih tempat tongkrongan, mereka sadar jika mereka duduk di lapau, maka pemikiran mereka akan sulit untuk berkembang dan hanya akan membicarakan hal yang tidak penting akan dibahas di lapau. Selain itu banyak lelaki yang biasanya duduk di lapau hanya menghabiskan waktu tanpa melakukan hal yang bermanfaat, mereka hanya duduk dan membicarakan seseorang sampai larut malam tanpa mendapatkan ilmu yang berarti.

Ditambah lagi tradisi di lapau yang selalu kurang baik, mulai dari bermain kartu atau berjudi antar sesama lelaki, sampai bergosip layaknya seorang wanita. Itulah hal yang ditakutkan pemuda saat ini, mereka lebih memilih jalan yang aman daripada harus ke Lapau dengan konsekuensi yang mungkin akan membuat mereka menjadi berubah ke arah yang kurang baik, seperti suka begadang sampai larut malam dan berjudi antar lelaki lainnya.

Namun bagi lelaki Minangkabau, pergi ke lapau tidak lepas dari tradisi yang harus diikuti oleh laki-laki Minangkabau, jika tidak diikuti akan dianggap kurang pergaulan dan akan menjadi pembicaraan warga lainnya yang menganggap jika kurang berkontribusi bagi sebuah kampung, karena informasi disuatu kampung banyak didapatkan di sebuah lapau.

Lalu apakah tips yang bisa kita terapkan jika kita hidup di sebuah kampung yang mengharuskan kita pergi ke lapau tanpa merubah prinsip hidup kita, berikut tips agar pemuda minangkabau bisa mendapatkan nilai-nilai positif jika duduk di lapau.

1.Ingat tujuan ke lapau. Banyak orang yang selalu berubah di tengah jalan yang bisa merubah prinsip hidupnya. Begitupun jika kita ingin pergi ke lapau, kita harus mengingat tujuan dan maksud saat hendak ke lapau, misalkan ke lapau dengan tujuan menjalin silaturahmi dengan tetangga lainnya, maka sesampai disana kita hanya perlu mengingat tujuan kita ke lapau, jangan sampai saat berada di lapau pikiran kita berubah dan melakukan sesuatu hal yang tidak direncanakan, misalkan bermain kartu dengan lelaki lainnya.

2.Mendapatkan informasi.
Lapau bukan hanya tempat berkumpulnya lelaki Minangkabau, tetapi banyak informasi yang bisa didapatkan jika kita berada di sebuah lapau, salah satunya informasi seputaran kampung yang biasanya akan diumumkan di lapau. Misalkan acara “baralek” atau pesta perkawinan yang bisa kita dapatkan informasi di sebuah lapau. Masyarakat yang akan mengadakan sebuah perkawinan biasanya akan meninggalkan pesan untuk laki laki yang berada di lapau tersebut, biasanya akan ditinggalkan sebungkus rokok yang akan diberikan ke lelaki yang mampir ke lapau sebagai ganti undangan acara baralek.

3.Tidak boleh memprioritaskan lapau daripada hal lainnya. Banyak orang yang menghabiskan waktu malamnya berada di lapau, bahkan mereka bisa bertahan di lapau sampai tengah malam dan ada juga sampai subuh. Itu merupakan suatu hal yang buang buang waktu dan bisa berdampak buruk bagi kesehatan karena waktu malam adalah jadwal tubuh untuk istirahat, jika kita lebih memprioritaskan lapau daripada kesehatan maka Kesehatan kita lah yang akan menjadi taruhannya. Selain itu waktu bersama keluarga juga lebih penting daripada harus menghabiskan waktu di sebuah lapau, cukup berada di lapau beberapa jam dan selanjutnya pulang untuk berkumpul dengan keluarga.

4.Menjalin silaturahmi. Silaturahmi bisa dijalankan dimana saja dan kapanpun. Kita bisa memanfaatkan lapau sebagai tempat silahturahmi dengan laki-laki lainnya tanpa perlu mengunjungi rumah mereka satu persatu. Itu akan mempererat hubungan kita dengan tetangga dengan cara saling tegur sapa dan berinteraksi di lapau.

Dari sana bisa kita simpulkan jika tidak semua hal yang berhubungan dengan lapau memiliki dampak negatif. Apa yang akan didapatkan tergantung dengan apa yang kita perbuat, jika kita bisa menjadikan lapau sebagai sebuah pembelajaran untuk bergaul dan bermasyarakat, tentu berbagai dampak positif bisa didapatkan, namun jika tidak bisa membagi waktu dan menjaga diri maka kita akan mengikuti orang-orang yang hanya membuang waktunya di lapau tanpa memikirkan prioritas yang harus dikerjakan terlebih dahulu.

Intinya jika berada di sebuah lapau harus jeli menilai pembicaraan yang dibicarakan di sebuah lapau, jangan sampai semua ucapan disebuah lapau kita percayai tanpa mengetahui permasalahan yang terjadi. Kita harus bijak dalam memilih pergaulan yang ada dalam lapau, jangan sampai kita salah pergaulan dan mengikuti tradisi lapau yang kurang baik, seperti berjudi atau begadang sampai tengah malam.

/* Penulis: Mahasiswa Jurusan Sastra Minangkabau, Universitas Andalas

Related posts