Tren Anak Terjangkit Virus COVID-19 Mengalami Kenaikan, DPPPA Kota Solok Lakukan Ini

MINANGKABAUNEWS, SOLOK – Tren anak terjangkit virus COVID-19 mengalami kenaikan, padahal anak cenderung jarang terkena virus COVID-19. Kondisi ini membuat banyak daerah kesulitan mengatasinya karena minimnya panduan khusus perlindungan anak.

Kepala DPPPA (Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) Kota Solok Delfianto, Rabu (23/6/2021) ditemui MinangkabauNews.com di Gedung Kubuang Tigo Baleh mengingatkan orang tua apabila ada anggota keluarga yang baru pulang dari wilayah atau daerah terjangkit virus corona, sebaiknya tetap melakukan pengawasan mandiri selama 14 hari.

Read More

“Jika dalam masa pengawasan mandiri muncul gejala, segera lakukan isolasi mandiri. Begitu juga pada anak serta anggota keluarga lain segera dilakukan pengawasan mandiri,” ingatnya.

Lebih lanjut Delfianto mengatakan, pada umumnya anak tertular dari orang dewasa, seperti orang tua dan anggota keluarga lainnya. Anak dinyatakan positif terinfeksi virus COVID-19 bila daya tahan tubuh anak rendah.

“Pada dasarnya anak rentan pada penularan virus. Karena itu jika anak tertular virus dan menunjukan gejala Covid-19, segera bawa anak ke layanan kesehatan terdekat,” kata Delfianto.

“Adanya tren peningkatan kasus positif aktif pada anak di bawah usia 18 tahun, perlu segera dilakukan peringatan kepada masyarakat untuk menghindari keluar rumah membawa anak,” tambahnya.

Related posts