Tukang Bangunan di Dharmasraya Meninggal Dunia, Ahli Waris Dapat Santunan Dari BPJamsostek

  • Whatsapp

Pulau Punjung, (Minangkabaunews) – BPJS Ketenagakerjaan Dharmasraya memberikan santunan kematian kepada ahli waris almarhum Abdul Mutalib yang merupakan salah seorang peserta jaminan sosial ketenagakerjaan yang sehari-hari bekerja sebagai tukang bangunan di Kabupaten Dharmasraya.

Penyerahan santunan Jaminan Kematian Rp42 juta diberikan secara simbolis dan diterima oleh ahli warisnya yaitu Rafiah.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Dharmasraya Arief Dharmawan menyampaikan bahwa “Proses pengajuan klaim gratis tanpa dipungut biaya, proses klaim dapat dilacak di website atau aplikasi JMO secara mandiri oleh Peserta atau ahli waris.”

“Semoga menjadi pembelajaran bagi para pekerja untuk mendaftar sebagai Peserta BPJamsostek secara mandiri karena ada yang masih tetap hidup setelah pekerja sebagai kepala keluarga, tulang punggung keluarga dan pejuang nafkah buat keluarga tersebut meninggal dunia,” katanya.

Semoga juga santunan yang diterima ahli waris berkah dan bermanfaat untuk melanjutkan hidup, membuka usaha, melanjutkan sekolah anak, dan hal produktif lainnya.

Klaim Jaminan Kematian sebesar Rp.42 juta kepada ahli waris dari Abdul Mutalib yaitu Rafiah diserahkan pada Selasa, 13 Februari 2024. Abdul Mutalib terdaftar sebagai peserta segmen Bukan Penerima Upah (BPU) sebagai seorang Tukang Bangunan di Dharmasraya.

Beliau meninggal ketika menggali kubur untuk saudara pada Tanggal 9 Februari 2024, berkas diterima oleh BPJamsostek tanggal 13 Februari 2024 di proses pada hari yang sama, kurang dari 3 hari kerja.

Program BPJAMSOSTEK ada lima yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Pensiun (JP), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

Khusus bagi peserta informal hanya dengan membayar minimal Rp16.800 per bulan atau Rp 560 per hari dipastikan dapat minimal perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan serta Jaminan Kematian (JKm).

Jumlah uang yang dibayarkan peserta bahkan lebih murah dibandingkan biaya membeli sebungkus rokok bahkan pulsa internet tetapi tetap berhak mendapatkan manfaat yang sama dengan peserta formal misalnya santunan kematian Rp42 juta dan beasiswa untuk dua orang anak maksimal Rp174 juta.


Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Minangkabaunews.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Related posts