Tuntut Lahan Plama, Masyarakat Adat Kinali Portal Jalan Masuk PT.LIN Pasaman Barat

  • Whatsapp
Aksi demonstrasi masyarakat adat Kinali Pasaman Barat di depan kantor kebun PT.LIN Pasaman Barat, Selasa (8/6).

PASAMAN BARAT – Ribuan masyarakat adat Kinali Pasaman Barat melakukan pemortalan jalan menuju perusahaan perkebunan kelapa sawit, milik PT Laras Inter Nusa (PT.LIN) Pasaman Barat, Selasa (8/06/21).

Penutupan akses masuk ke perusahaan tersebut dilakukan masyarakat karena perusahaan dianggap tidak membamgunkan plasma, seperti yang sudah dijanjikan ketika penyerahan lahan dari ninik mamak kinali belasan tahun lalu.

Read More

Mustika Yana, Pucuk Adat Yang Dipertuan Kinali menyampaikan, berdasarkan hasil hearing DPRD Pasaman Barat Bersama PT LIN beberapa waktu lalu, DPRD Pasaman Barat sudah rekomendasikan Bupati Pasaman Barat agar PT LIN membebaskan 20 persen dari lahan HGU PT LIN untuk dijadikan plasma masyarakat.

“Karena tidak adanya kejelasan hingga hari ini, kami masyarakat kinali menggelar aksi demunstrasi dan pemortalan jalan masuk ke area PT LIN,” katanya.

Disampaikan, aksi masyarakat kinali tersebut sebagai bentuk perjuangan dalam menuntut hak plasma merwka, yang sampai saat ini belum juha direalisasikan oleh PT LIN Pasaman Barat.

“Masyakat akan tetap memortal jalan masuk ke PT LIN ini, sampai adanya kejelasan yang pasti dari pihak perusahaan maupun dari pemerintah daerah,” tegasnya.

Ketua DPRD Pasaman Barat, Parizal Hafni mengatakan, hasil keaimpulan dalam hearing yang diadakan di kantor DPRD Pasaman Barat beberapa waktu lalu, masyarakat berhak 20 persen dari luas lahan yang diserahkan kepada perusahaan.

“DPRD Pasaman Barat juga sudah rekomendasikan Bupati Pasaman Barat untuk pembebasan seluas 20 persen dari lahan HGU PT LIN, namun sampai hari ini belun juga direalisasikan,” tetangnya.

Parizal Hafni juga menyampaiakan, bahwa dia selaku Ketua DPRD Pasaman Barat akan terus melindungi hak-hak masyarakat, dan akan menyelesaikan persoalan tersebut hingga tuntas.

Sementara itu, PT LIN melalui kuasa hukumnya menyampaikan, hingga saat ini pihak perusahaan juga masih menunggu tindak kanjut dari pemerintah Pasaman Barat, karena pihak PT LIN sudah menembuskan surat hasil hearing di DPRD benerapa waktu lalu.

“Terkait lahan plasma untuk masyarakat, pihak perusahaan sudah menyerahkan lahan seluas 1000 hektar kepada masyarakat adat Kinali, dan sudah dilakukan pembangunan plasma sejak tahun 2012 lalu,” terangnya. (EL)

Related posts