Ukir Sejarah, Gasliko 50 Kota Melaju ke Partai Puncak Liga 3 Zona Sumatera Barat

  • Whatsapp
Euforia kemenangan Tim Sepakbola Gasliko usai mengalahkan Tim Batang Anai FC dalam adu penalti partai semifinal Liga 3 Zona Sumbar di GOR Haji Agus Salim Padang, Minggu (5/12). (Foto: Dok. Humas Gasliko)

MINANGKABAUNEWS.COM, PADANG – Laga semifinal Liga 3 Zona Sumatera Barat yang mempertemukan tim Batang Anai FC melawan Gasliko Limapuluh Kota tersaji di GOR Agus Salim, Padang, Minggu (5/12) kemarin.

Batang Anai FC selaku tim yang sudah tiga kali berturut-turut menjadi finalis pada ajang tahun sebelumnya ditantang oleh tim sepakbola kebanggaan masyarakat Limapuluh Kota, Gasliko.

Read More

Pertandingan yang dimulai pada pukul 15.00 WIB itu berlangsung sengit. Gasliko Limapuluh Kota yang pada babak penyisihan berhasil mengalahkan Batang Anai FC 2-0 terlebih dahulu coba ambil inisiatif serangan.

Beberapa peluang didapat oleh anak-anak asuhan Coach, Hudra Boloik, namun masih gagal untuk dimaksimalkan. Sementara itu, Batang Anai FC juga tidak tinggal diam.

Pressing ketat yang dilakukan anak-anak Padang Pariaman ini berhasil menekan pertahanan Gasliko. Akan tetapi duo center back jangkung Gasliko, Bobi Chandra, dan Ismail Hadi, tampil prima untuk mengawal pertahanan.

Jual beli seranganpun terjadi. Permainan dengan tempo sedang tapi keras membuat wasit, Kurnia Ramadhan Susman, harus mengeluarkan 8 kartu kuning hingga laga pertandingan berakhir. Lima untuk Batang Anai, tiga untuk Gasliko.

Di babak kedua, Batang Anai FC terlihat sedikit lebih dominan. Akan tetapi, pergerakan sang kapten Batang Anai FC, Randi Chandra, berhasil dikawal ketat oleh anak muda, Adam Adnan, membuat pertandingan lini tengah begitu sengit.

Beberapa peluang emas pun didapat oleh kedua tim. Gasliko melalui sundulan Ismail Hadi, Rahmad Dandy Sonriza berhadapan langsung dengan kiper Batang Anai FC, namun tetapi masih gagal menciptakan gol. Terakhir, tendangan dari kapten, Aidil Putra, juga hanya membentur mistar gawang.

Skor 0-0 pun tetap bertahan hingga akhir babak ke 2. Skor imbang membuat pertandingan harus dilanjutkan dengan babak tambahan waktu 2 x 15 menit. Fisik pemain sama-sama terkuras.

Gasliko sempat mendapatkan beberapa peluang melalui Fadli Faria dan Aldo Dwiki Devara yang masih gagal menciptakan gol. Pertandingan dilanjutkan dengan babak adu pinalti.

Di babak penalti, Gasliko bertindak menjadi algojo pertama melalui sang kapten Aidil Putra dan berhasil menciptakan gol. Batang Anai juga berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Penendang kedua Gasliko, Ismail Hadi juga berhasil dengan baik mengeksekusi pinalti, dan Gasliko sempat diatas angin ketika penendang kedua Batang Anai tendangannya dapat ditepis oleh Edzwar de Namli.

Unggul Gasliko 2-1, penendang ke 3 dan ke 4 Gasliko, Bobi Chandra dan Adam Adnan juga berhasil dengan manis begitupun penendang  ke 3 dan ke 4 Batang Anai Fc.

Akan tetapi, penendang ke 5 Gasliko Mhd Febri Yuda yang sudah melakukan tendangan dengan begitu bagusnya sehingga kiper Batang Anai Fc mati langkah, akan tetapi tendangannya membentur mistar gawang.

Momen tersebut dimanfaatkan penendang ke 5 Batang Anai FC yang berhasil menyamakan kedudukan menjadi 4-4. Tekanan pun tertuju pada tim Gasliko, saling menolak menjadi algojo ke 6 pun terlihat.

Akhirnya, Putra ‘kusuik’, yang memberanikan diri menjadi penendang. Walau begitu tegang, tapi kusuik berhasil mengubah keunggulan menjadi 5-4.

Edzwar de Namli menjadi pahlawan pada laga ini setelah berhasil menepis tendangan penendang ke 6 dari Batang Anai Fc dan memastikan kemenangan untuk Gasliko 5-4.

Euforia kemenangan luar biasa Kabupaten Limapuluh Kota terlihat di GOR Agus Salim. Penantian lebih sepuluh tahun dan sering menjadi spesialisasi semifinalis terbayarkan pada pertandingan kali ini.

“Ini adalah kemenangan Limapuluh Kota, terimakasih kita ucapkan kepada pemain yang telah berjuang luar biasa selama 120 menit. Tapi perjuangan itu belum berakhir, masih ada babak final yang harus kita menangkan,” kata Hudra Boloik yang juga pernah membuat sejarah membawa medali emas sepakbola Porprov ke Limapuluh Kota, kepada wartawan, Senin (6/12).

Sementara itu, presiden Gasliko Limapuluh Kota, Rizki Kurniawan Nakasri, juga mengucapkan rasa syukur atas kemenangan Gasliko. Kemenangan tersebut, katanya, menjadi sejarah baru bagi dunia sepakbola di Limapuluh Kota.

Kendati berat hati karena tidak bisa hadir langsung ke GOR Agus Salim, namun ia mengaku tetap ikut menyaksikan full laga pertandingan melalui channel Youtube GASLIKO TV.

“Terimakasih pertama saya ucapkan kepada crew Gasliko TV, tim SMK 1 dan 2 Kecamatan Guguak yang berhasil menayangkan dengan kualitas bagus pertandingan kita tadi. Lebih 5.000 orang terobati rindunya menyaksikan pertandingan Gasliko,” kata RKN.

Ucapan terimakasih juga disampaikan RKN kepada Manager tim Gasliko, Beri Okto Minanda, beserta tim pelatih dan official yang telah berjuang saabih boreh, untuk membawa Gasliko melaju ke babak final.

“Terimakasih juga terkhusus saya ucapkan kepada adik-adik para pemain kebanggaan Limapuluh Kota. Perjuangan adik-adik sangat luar biasa, Limapuluh Kota bangga kepada adik-adik,” ucap wakil Bupati Limapuluh Kota itu.

RKN juga tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada Bupati Limapuluh Kota, Ketua DPRD, serta bapak anggota Exco PSSI Sumbar yang juga anggota DPRD Limapuluh Kota, Marsanova Andesra, yang telah memberikan dukungan untuk Gasliko.

Para sponsor, pengurus Gasliko, pengurus Askab, sporter Gasliko serta masyarakat Limapuluh Kota yang selalu mendo’akan tim kebanggaannya.

“Masih ada babak final, mari kita do’akan agar Gasliko bisa menjadi juara,” tutup RKN.

Partai final direncanakan akan diselenggarakan pada hari kamis, 9 Desember 2021. Gasliko menunggu tim pemenang antara PSP Padang melawan PSKB Bukittinggi. Sedangkan tempat pertandingan final, belum ditetapkan oleh panitia pelaksana. (akg)

Related posts