Upaya Guru Melalui Pembelajaran e-Learning dalam Meningkatkan Intelegensi Peserta Didik

  • Whatsapp
IAIN Batusangkar
IAIN Batusangkar (Foto: Dok. Istimewa)

Oleh: Dr. Hj. Demina. M.Pd, Firman M. Pd.I, Junita Syafitri, Nurul Azmi (Dosen dan Mahasiswa IAIN Batusangkar).

Guru adalah salah satu komponen dalam pendidikan yang mempengaruhi secara signifikan berhasilnya system pendidikan nasional. Era di mana teknologi dan internet kes luruhannya belum dikenal dan dipakai dengan maksimal, pengajar masih menggunakan pembelajaran secara konvesional. Guru hanya bertujuan untuk menyampaikan materi ajar agar materi terselesaikan sesuai dengan waktunya. 

Read More

Dengan demikian pengajaran juga didominasi oleh guru di dalam kelas tanpa memperhatikan kebutuhan peserta didik itu sendiri. Dalam hal ini, aspek pengetahuan atau kognitif lebih diutamakan tanpa memperhatikan aspek afektif dan psikomotorik dari peserta didik. Oleh sebab itu peserta didik lebih diarahkan untuk menghafal tanpa memahami manfaat dari materi yang mereka terima.

Seiring dengan berubahnya kurikulum yang lama (KTPS) menjadi K13 pembelajaran yang dulunya hanya  berpusat kepada guru, kini berpusat kepada peserta didik. Dimana dalam peraturan menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) no. 81 A disebutkan bahwa pola pembelajaran harus dibuat menjadi lebih interaktif dan pembelajaran dilakukan secara jejaring serta pembelajaran secara aktif. Dengan mendukung terjadinya hal tersebut maka perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan.

Dalam hal ini, Istilah e-learning terdiri dari dua kata yaitu E dan learning. E adalah singkatan dari elektronik yang berarti benda yang dibuat dengan menggunakan prinsip elektronika. Sedangkan Learning yang berarti learning atau bisa disebut dengan pembelajaran atau belajar. Dengan demikian E-Learning merupakan suatu  proses belajar atau pembelajaran dengan memakai alat elektronik seperti komputer.

Istilah e-learning sering disamakan sebagai online course, online learning, internet. Dimana dalam hal ini, terdapat beberapa karakteristik dari e-learning Memanfaatkan jasa akan teknologi elektronik yaitu, Memanfaatkan keunggulan komputer baik itu digital media maupun komputer network, Menggunakan bahan ajar yang bersifat mandiri atau self learning materials dan kemudian disimpan di komputer, sehingga dapat diakses oleh pendidik dan peserta didik, Memanfaatkan jadwal, baik itu pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar, dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dimana dapat dilihat setiap saat di komputer.

Sebelum tertuju pada intelegensi peserta didik, tentunya guru harus tau bagaimana metode ataupun cara dalam pembelajaran e-learning agar proses dalam meningkatkan intelegensi dapat tercapai dengan maksimal, sebagaiman dalam hal ini ciri-ciri dari pembelajaran e-learning, yaitu: Bertumpu pada kemandirian peserta didik dalam belajar, Penggunaan media elektronik berbasis computer, Pemanfaatan berbagai fungsi media elektronik sehingga disebut sebagai multimedia, Penggunaan hardware, software, dan jaringan internet.

Intelegensi sering diartikan sebagai kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan ataupun belajar dari pengalaman. Peserta didik dan berinteraksi di dalam lingkungannya sekolah yang kompleks. Untuk itu ia memerlukan kemampuan untuk menyusuaikan diri dengan lingkungan demi kelestarian hidupnya didalam lingkup pendidikan. Hidupnya bukan hanya untuk kelestarian pertumbuhan, tetapi juga untuk perkembangan pribadinya dalam menyesuaikan diri. Oleh karena itu, peserta didik arus belajar dari pengalaman. Intelegensi itu setidak-tidaknya mencakup kemampuan-kemampuan yang diperlukan untuk pemecahan masalah-masalah yang menggunakan pengertian serta menggunakan simbol-simbol.

Dalam pembelajaran e-learning, disini guru atau pendidik akan lebih mengasah kemampuan intelegensi peserta didiknya dalam mencapai tujuan suatu pendidikan. Istilah  inteligensi  sangat  akrab  dalam dunia pendidikan  dan  pembelajaran. Hal ini dikarenakan bahwasannya pendidikan lebih  dihadapkan  pada peserta didik dengan berbagai kemampuan inteligensi. Pendidik atau guru harus memahami keragaman inteligensi peserta didiknya. Pemahaman ini  diperlukan untuk dapat memberikan layanan yang tepat untuk  mencapai tujuan pendidikan tersebut. 

Dalam proses peningkatan intelegensi peserta didik, tentunya dari masing-masing peserta didik berbeda-beda dalam segi inteligensinya. Maka dari itu ,untuk dapat mengetahui sampai dimana taraf inteligensi peserta didik, guru atau pendidik menggunakan tes inteligensi. Dengan tes inteligensi diharapkan dapat mengungkap inteligensi peserta didik akan dapat diketahui tentang keadaan tarafnya.

Setiap individu tentunya memiliki tingkat inteligensi yang berbeda. Adanya perbedaan tersebut dapat diketahui bahwabinteligensi dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor . Pengaruh faktor bawaan, dimana factor ini adalah bawaan dari lahir atau gen dari orang tuanya, Pengaruh faktor lingkungan, Perkembangan peserta didik sangat dipengaruhi oleh gizi yang dikonsumsinya. 

Dalam semua faktor tersebut di atas bersangkutan satu sama lain. Dimana untuk menentukan inteligensi seorang anak, kita tidak dapat hanya berpedoman kepada salah satu faktor tersebut, karena inteligensi adalah faktor total dari kseluruhan faktor  serta menentukan dalam inteligensi seseorang.

Inteligensi pada pembelajaran e-learning ini dapat ditingkatkan oleh guru atau pendidik walaupun peningkatan tidak menghasilkan skor yang signifikan (pada range yang sama). Inteligensi dapat ditingkatkan pada masa perkembangannya bukan hanyapada masa pembentukannya saja. Maksudnya adalah inteligensi dapat ditingkatkan ketika peserta didik sudah berada pada tahap berpikir secara abstrak bukan hanya pada tahap dimana peserta didik  masih berpikir secara kongkrit (nyata).

Inteligensi juga dapat ditingkatkan melalui stimulus lingkungan, gizi/nutrisi, dan ketika memasuki masa golden age (5 tahun pertama) peserta didik iberi stimulus-stimulus yang dapat membangkitkan daya pikir dan daya nalar terhadap suatu objek atau hal-hal tertentu. Peningkatan inteligensi tidak berkaitan dengan genetika namun dipengaruhi oleh stimulus yang diberikan lingkungan.

Meningkatkan intelegensi dalam diri peserta didik pada pembelajaran e-learning dapat dilihat bagaimana cara peserta didik memecahkan masalah sehari-hari, penyesuaian dirinya terhadap lingkungan kerja dan lingkungan sosial merupakan aspek-aspek. 

Related posts