Upaya Jaga Lingkungan, MEK PW Aisyiyah Sumbar produksi Eco Enzym

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Upaya menjaga lingkungan yang bersih sekaligus membuka usaha baru, MEK PWA Sumbar dalam hal ini Divisi Ketahanan Pangan telah berhasil membuat eco enzyme.

Ketua MEK PW Aisyiyah mengatakan pembuatan sangat sederhana hanya dengan memanfaatkan limbah kulit sayur dan buah dicampur gula merah difermentasi selama 100 hari.

Read More

Katanya, Semangat membuat eco enzyme ini akan ditularkan ke PDA se-Sumbar setelah Rakerwil bulan Nopember 2023 ini.

Menurut Mufrida selaku ketua Divisi Ketahahan Pangan PWA Sumbar, pembuatan eco enzyme ini tidak sulit yang diperlukan hanya semangat dan kemauan.

“Pada 6 Juli 2023 lalu di sela-sela pertemuan bulanan dengan seluruh anggota MEK tim divisi ketahanan tampak menikmati saat memotong dan memilah milah limbah dapur dicampur gula merah difermentasi.

Tidak terasa pada 30 Oktober 2023 lalu panen eco enzyme sukses digelar,” Tuturnya.

“Masing-masing bahan tersebut ada yang kaya unsur P, ada yang kaya unsur K maupun unsur unsur lain yang dibutuhkan tanaman. Eco enzyme merupakan larutan zat organik kompleks yang diproduksi dari proses fermentasi sisa sampah organik, gula, dan air,” katanya.

Cairan eco enzyme ini berwarna coklat gelap dan memiliki aroma asam/segar yang kuat. Saat ini eco enzyme  banyak dibuat orang karena banyak manfaatnya.

Ketua Divisi Ketahanan Pangan, Mufrida mengatakan prosesnya sangat mudah dengan pemotongan kulit buah dicampur gula merah difermentasi selama 100 hari pada 6 Juni 2023 lalu.

Related posts