UPTD Balai Pengawasan Sertifikasi Mutu Pangan Provinsi Sumbar Sebut Pangan Segar Terdeteksi Mengandung Residu Pestisida

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS, SOLOK – Kepala Seksi Pelayanan Tekhnis pada UPT BPSMP (Balai Pengawasan Sertifikat Mutu Pangan) Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat Yarnel K. Agustien, Senin (12/6/2021) mengungkapkan secara garis besar dan setelah melalui penelitian laboratorium komoditi hasil pertanian di Kota Solok terdeteksi mengandung residu pestisida.

“Walaupun terdeteksi mengandung residu pestisida tapi produk pangan asal Kota Solok masih dibawah angka BMR (Batas Maksimum Residu) terhadap residu pestisida. Artinya pangan yang beredar di Kota Solok dan Sumbar masih tergolong aman dan layak konsumsi,” unkapnya.

Read More

Lebih lanjut Yarnel K. Agustien mengingatkan jika pemakaian pestisida, baik untuk pupuk maupun untuk hama padi tidak dikurangi, suatu saat residu pestisida untuk komoditas pangan di Kota Solok berada atas ambang batas dan berbahaya bagi kesehatan.

“Oleh sebab itu harus ada semacam sertifikasi produk pangan yang menjamin kemurnian dan keamanan pangan di Kota Solok dan Sumatera Barat,” ingatnya.

Ke depan, ujar Yarnel, keamanan pangan harus menjadi salah satu persyaratan yang sangat penting untuk dipenuhi, baik dalam mutu perdagangan domestik maupun internasional.

“Jika sertifikasi kemurnian dan keamanan pangan diterapkan, produsen dan konsumen sama-sama diuntungkan baik dari segi keamanan maupun dari segi kemurnian,” tuturnya.

“Konsumen juga bisa memilih produk yang diberi label atau sertifikat yang telah melalui sertifikasi jaminan kemurnian dan keamanan produk dimaksud. Sementara produk yang tidak bersertifikat akan lambat laun ditinggalkan oleh konsumen,” ujarnya.

Related posts