Usai Lebaran, Satgas Covid-19 Kota Payakumbuh Gencar Bubarkan Kegiatan Keramaian

  • Whatsapp
Tim Gabungan Satgas Covid-19 Kota Payakumbuh bubarkan kegiatan keramaian di sejumlah kafe, Sabtu (15/5). (Foto: Humas)

MINANGKABAUNEWS, PAYAKUMBUH – Usai lebaran Idul Fitri 1442 Hijriyah, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Payakumbuh mulai melakukan aksi razia terkait aktifitas keramaian. Sekitar dua kegiatan keramaian dibubarkan petugas, karena dinilai dapat menyebabkan penyebaran kluster baru virus corona di tengah masyarakat.

Pembubaran kegiatan keramaian warga dilakukan di Kelurahan Tiakar pada sore hari dan organ tunggal di Koto Panjang Payobasuang pada malam hari, karena diduga telah melanggar protokol kesehatan, Sabtu (15/5). Informasi yang diperoleh media, penanggung jawab kegiatan telah dibawa ke polsek kota untuk diproses.

Read More

“Perkara tersebut dilimpahkan kepada penyidik Satpol PP pada hari ini. Dari hasil penyidikan pelanggaran yang dilakukan untuk kali pertama, penanggung jawab acara di Tiakar telah dikenakan denda administratif sebanyak Rp500 ribu,” kata Kepala satpol PP Kota Payakumbuh, Devitra, kepada wartawan, Senin (17/5).

Dijelaskan, Devitra didampingi Kabid PPD, Ricky Zaindra, sanksi denda tersebut sudah sesuai dengan Perda Nomor 6 Tahun 2020. Sementara untuk acara organ tunggal, kini Satpol PP masih menunggu pelimpahan perkara dari Mapolsek Kota Payakumbuh.

Adapun pada tanggal 8 Mei 2021, Satgas Covid-19 dilaporkan juga menindak salah satu kafe di kawasan Jalan Soekarno-Hatta. Disana, petugas juga membubarkan kegiatan serta memberikan sanksi denda administratif kepada pemilik usaha dengan bayar denda 500 ribu rupiah.

“Disarankan kepada camat dan satgas PPKM di tingkat kelurahan untuk menjadi perhatian dan menyampaikan kepada masyarakat untuk membatasi kegiatan dengan tidak melanggar prokes sesuai aturan yang berlaku,” terangnya.

Terpisah, Camat Payakumbuh Timur Irwan Suwandi menerangkan kondisi Covid-19 di wilayahnya, Kelurahan Tiakar masih terparah, dirinya mengajak warga untuk kalau bisa menargetkan fokus bagaimana menjadikan seluruh kelurahan kembali berada di zona hijau atau kuning.

Dia menilai, kegiatan tersebut bernilai positif, hanya saja situasinya yang tidak pas. Energi berlebih dari anak-anak muda ini harusnya sekarang diarahkan kepada upaya penanganan Covid-19. Masyarakat sedianya harus mengikuti anjuran pemerintah. Sebab, Satpol PP bersama instansi penegak hukum bakal intens melakukan penegakan Perda Nomor 6 Tahun 2020 tentang AKB.

“Kondisi kita saat ini banyak kelurahan zona kuning, fokus kita tentu mengarahkannya kembali ke zona hijau, kalau sudah zona hijau, kami tak bosan menghimbau warga agar jangan lupa dengan protokol kesehatannya dengan tetap wajib memakai masker,” imbaunya. (akg/rel)

Related posts