Usai MUI, Kini Giliran PP Muhammadiyah Minta BPIP Dibubarkan karena Dianggap Tendensius

  • Whatsapp
Busyro Muqqoddas
Ketua PP Muhammadiyah, Busyro Muqqoddas (Foto: Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS.COM, JAKARTA– Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Busyro Muqoddas bereaksi keras terkait lomba menulis yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dengan tema ‘Hormat Bendera Menurut Islam’ dan Menyanyikan Lagu Kebangsaan Menurut Hukum Islam’. Busyro menilai, lomba itu tendensius dan tidak bermanfaat.

“Ini bukan saja tendensius, itu jelas-jelas useless, tidak ada manfaatnya sama sekali. Tidak ada konsep akademis ideologisnya,” Busyro, Sabtu (14/8/2021).

Read More

Busyro menilai tema yang diusung BPIP justru mengadu domba sekaligus penghinaan terhadap komunitas santri. Dia mengatakan Hari Santri bukan hanya milik warga Nahdlatul Ulama saja, tapi milik semua umat Islam.

“Apakah selama ini negara itu ada problem dengan penghormatan bendera Merah Putih? Problem lagu kebangsaan? Faktanya tidak ada. Kalau tidak ada, mengapa BPIP mencari-cari penyakit ini namanya,” ujar Busyro.

Dia mengatakan BPIP perlu meninjau kembali rencana lomba tersebut dan segera mencabutnya. Sebab menurutnya, tema itu hanya akan mengusik umat Islam.

“Saya siap mewakili Muhammadiyah dengan 170 perguruan tinggi Muhammadiyah se-Indonesia mengadakan polling dengan bersama-sama. Kalau tidak ada manfaatnya (BPIP) itu bubarin saja,” imbuhnya.

Ada pun lomba penulisan artikel tingkat nasional diinformasikan BPIP lewat unggahan di akun Twitter @BPIPRI pada Rabu (11/8).

Hal senada dikatakan oleh Wasekjen MUI, Anwar Abbas BPIP agar dibubarkan karena tidak memberi manfaat.

“Kesimpulan saya BPIP seharusnya dibubarkan saja. Bukannya apa, lombanya enggak kontekstual. Orang secara lagi Covid malah masalah hukum bendera,’ kata Anwar.

Anwar menilai, banyak tema yang bisa diangkat terkait situasi saat ini. Bukan malah menyinggung umat Islam.

“Sekarang banyak kemiskinan ini. Semestinya kan dia hadir, tampil tuh BPIP. Pancasilaisnya mana? Ya, membantu lah. Menggerakkan anak-anak peduli kepada masalah Covid,” ujarnya.

“Kenapa enggak lomba; Bagaimana peran santri dalam menghadapi Covid, bisa kan, ya? Peran santri dalam menghadapi masalah ekonomi, gitu kan?” tutup Anwar.

Related posts