Ustad Thaheransyah Bongkar 8 Pintu Rezeki di Masjid Taqwa Muhammadiyah Sumbar, Dua di Antaranya Paling Sering Dilupakan Umat

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Suasana Ramadhan di Masjid Taqwa Muhammadiyah Sumatera Barat, Sabtu (7/3/2026) malam itu terasa berbeda. Jamaah yang memenuhi shaf-shaf masjid tampak khusyuk menyimak tausiah yang disampaikan Ustad Thaheransyah. Bukan sekadar ceramah biasa, malam itu sang ustad membongkar rahasia delapan pintu rezeki yang disebutnya sudah tercantum jelas dalam Al-Qur’an.

Dengan gaya santai namun mengena, Ustad Thaheransyah membuka sesi dengan sebuah pertanyaan menggelitik.

“Pernah merasa rezeki seret? Bekerja keras tapi hasilnya begitu-begitu saja?”

Jamaah saling berpandangan. Beberapa mengangguk pelan.

“Mungkin selama ini kita cuma buka satu pintu, padahal Allah sediakan delapan. Dua di antaranya malah sering kita lupa: bersyukur dan takwa,” ujarnya membuka tabir.

Bukan Cuma Soal Uang

Ustad Thaheransyah lantas mengajak jamaah membuka lembaran Al-Qur’an, setidaknya dalam hati. Ayat demi ayat beliau kupas dengan bahasa yang membumi.

“Lihat Surat Hud ayat 6,” ujarnya mengawali.

“Tidak satu pun makhluk bergerak di bumi melainkan sudah dijamin rezekinya oleh Allah.”

Ungkapan itu seperti tamparan lembut bagi yang selama ini hidup dalam kecemasan. Tapi sang ustad segera mengingatkan, jaminan bukan berarti umat diperbolehkan berpangku tangan.

“Rezeki memang dijamin, tapi cara menjemputnya ada ilmunya. Allah sudah kasih peta jalannya di Al-Qur’an,” tegasnya.

Beliau kemudian merinci delapan pintu rezeki yang disebutnya sebagai “jalan tol menuju keberkahan”:

1. Jaminan Langsung dari Allah (QS. Hud: 6)

Pintu pertama adalah keyakinan. Ustad Thaheransyah menjelaskan bahwa Allah menjamin rezeki semua makhluk, termasuk semut di goa terdalam sekalipun. “Masak iya, kita yang diciptakan sebagai manusia paling sempurna, justru ragu sama jaminan Allah?” celotehnya yang disambut tawa dan tepukan jamaah.

2. Usaha dan Kerja Keras (QS. An-Najm: 39)

“Allah itu Maha Adil. Dia tidak akan memberi hasil tanpa usaha. Makanya, kerja itu ibadah kalau niatnya benar,” paparnya mengutip Surat An-Najm ayat 39.

3. Pintu Rezeki yang Paling Sering Terlupakan: BERSYUKUR

Nada bicara Ustad Thaheransyah melunak saat tiba di poin ketiga.

“Kita sering minta terus, tapi lupa bersyukur. Padahal Allah bilang di Surat Ibrahim ayat 7: ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu’.”

Beliau mengingatkan, syukur bukan sekadar ucapan alhamdulillah. Tapi bagaimana nikmat itu digunakan untuk hal-hal yang diridhai Allah.

“Mata dikasih sehat, dipakai lihat hal-hal baik. Tangan kuat, dipakai sedekah. Itu baru namanya syukur. Kalau cuma di mulut, setan pun bisa bilang alhamdulillah,” sindirnya halus.

Jamaah tersenyum, tapi ada yang merenung dalam.

4. Pintu Kejutan: TAKWA (QS. At-Talaq: 2-3)

Inilah poin keempat yang disebut Ustad Thaheransyah sebagai “pintu rezeki yang paling tidak masuk akal secara logika manusia”.

“Allah bilang di Surat At-Talaq: ‘Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka’.”

Suasana hening. Ustad melanjutkan, “Anda takut rugi karena jujur? Takut miskin karena tidak korupsi? Di situlah pintu takwa bekerja. Rezeki datang justru saat Anda memegang prinsip karena Allah, bukan karena hitungan matematika manusia.”

5. Istighfar: Kunci Langit (QS. Nuh: 10-12)

“Kalau mau langit ‘nangis’ ngasih hujan berkah, perbanyak istighfar,” ujarnya diselingi canda. Beliau mengutip Surat Nuh bahwa istighfar bukan cuma bersihkan dosa, tapi juga datangkan hujan, harta, anak, dan kebun-kebun.

6. Pernikahan yang Berkah (QS. An-Nur: 32)

Untuk jamaah yang masih lajang, Ustad Thaheransyah berpesan agar tidak takut miskin karena menikah.

“Justru orang yang menikah karena Allah, pintu rezekinya akan dibukakan dari berbagai arah. Jodoh itu pembawa rezeki, bukan pembawa sial,” tegasnya.

7. Anak Itu Berkah, Bukan Beban (QS. Al-Isra: 31)

Beliau juga menyentil isu ketakutan punya anak karena biaya mahal.

“Allah sudah tegaskan di Surat Al-Isra: Jangan bunuh anak karena takut miskin. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Jadi, hadirnya anak itu justru menarik rezeki baru ke keluarga,” paparnya.

8. Sedekah: Investasi Paling Cuan (QS. Al-Baqarah: 245)

Terakhir, pintu sedekah. Ustad Thaheransyah menyebutnya sebagai “bisnis dengan Allah” yang tidak akan pernah rugi.

“Allah bilang: ‘Siapa yang mau pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan balasannya.’ Ini bukan pinjaman biasa. Ini saham surga yang dividennya sudah bisa dinikmati di dunia,” ujarnya penuh semangat.

Beda Rezeki dan Nikmat

Menjelang akhir tausiah, Ustad Thaheransyah memberikan pencerahan tambahan yang membuat jamaah tertegun.

“Ingat, rezeki itu yang bisa dihitung dan dilihat. Tapi nikmat? Nikmat itu yang tidak terhitung. Kita bisa hitung berapa gaji, tapi bisakah kita hitung berapa kali jantung berdetak hari ini tanpa minta bayaran?”

Masjid yang tadinya ramai dengan bisik-bisik kecil, tiba-tiba sunyi. Banyak mata mulai berkaca-kaca.

“Maka jangan cuma kejar rezeki yang sementara. Kejarlah nikmat Allah yang abadi, dengan membuka semua pintu rezeki yang Dia sediakan. Selamat menjalankan ibadah puasa. Mari kita jadikan Ramadhan ini sebagai momentum membuka semua pintu rezeki yang selama ini mungkin kita lupa,” tutupnya.

Jamaah berangsur meninggalkan masjid. Namun di wajah mereka, terpancar ketenangan baru. Delapan pintu itu kini bukan sekadar teori, tapi peta jalan yang akan mereka coba buka, satu per satu, selama Ramadhan dan seterusnya.

Related posts