Veronika Cynthia Dewi AMG: Pada Saat Pandemi, Menyusui Itu Tidak Ada Halangannya

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.COM, BUKITTINGGI – Pada saat pandemi itu sebenarnya, kalau menyusui tidak ada halangannya, termasuk pada ibu dengan positif Corona Virus Disease 2019 (Covid -19), si ibu tetap boleh menyusui bayinya, tetapi dengan protokol kesehatan (Prokes) seperti memakai masker, kemudian sebelum dan sesudah mengendong bayinya cuci tangan pakai sabun.

Hal ini disampaikan Veronika Cynthia Dewi, AMG diruang kerjanya di Puskesmas Nilam Sari. Jum’at (13/8/2021).

Read More

“Kalau kita melihat, nilai gizi dari ASI itu tidak ada tandingannya, jadi salah satu pencegahan stunting adalah ASI, kalau kita memisahkan antara bayi dengan ibunya pada saat menyusui karena terkonfirmasi Covid-19, itu nanti akan mengakibatkan, kesehatan bayi menurun nantinya,” ujar ASN lulusan Akademi Gizi Padang tahun 1999 ini.

Veronika lebih lanjut mengatakan, pada saat Covid, si ibu tetap bisa menyusui bayinya walaupun dia positif covid -19.

“Dukungan kita kepada ibu-ibu yang menyusui, tentunya kita tetap menganjurkan supaya si ibu lebih meningkatkan waktu jadwal menyusuinya, lebih sering lagi agar daya tahan tubuh si bayi lebih meningkat, karena kalau dalam nilai gizi ASI tidak hanya mencakup karbohidrat, protein saja, tetapi disitu juga ada sebagai daya tahan tubuhnya, ada vitamin dan sebagainya,” jelas tenaga kesehatan teladan tingkat Nasional Tahun 2016 ini.

Veronika lebih lanjut menjelaskan, pada saat menyusui tentunya yang pertama kita menganjurkan ASI ekslusif, jadi segera setelah bayi dilahirkan itu langsung diberikan ASI, tanpa ada jarak tanpa diberikan makanan atau minuman apapun, kemudian dilanjutkan dengan pemberian ASI sampai dua tahun.

“Sedangkan untuk menjaga stamina ibunya, kita menganjurkan makanan dengan gizi seimbang yang mencukupi kebutuhan ibu pada saat menyusui, karena kalau pada saat menyusui, tentunya si ibu butuh waktu yang lebih dari pada biasanya, apalagi bayinya rewel tentu dia butuh untuk staminanya, jadi pada saat menyusui itu, sebaiknya jumlah asupan makan si ibu ditambah dari sehat sehari-hari ,” terang ibu muda yang berparas cantik ini.

Veronika menambahkan, disini juga peran dari keluarga, seperti suami, mertua, orang sangat dibutuhkan untuk mendukung keberhasilan ibu dalam menyusui. Sekarang ini banyaknya pengaruh dari mertua, yang mengatakan, tidak usah menyusui, bisa begini-begini, dulupun anaknya umur tiga hari sudah dikasih makan, nanti repot segala macam, apalagi ibu-ibu yang bekerja.

“Jadi kita sangat mengharapkan dukungan keluarga juga, agar proses menyusui si ibu berhasil sampai dua tahun. Kalaupun si ibu bekerja kita tetap memberikan solusi, si ibu bisa memerah ASInya dan disimpan di kulkas ataupun misalnya tidak ada kulkas, si ibu bisa menyimpan di ruangan biasa saja, itu ASInya bisa tahan sampai enam jam,” imbuh wanita ahli gizi ini.

Himbauan kami pada saat pandemi ini, terutama kepada ibu menyusui yang pertama. Tentu tetap menyusui bayinya sampai umur dua tahun, kemudian yang terutama sekali berikanlah ASI ekslusif sampai anak berumur enam bulan, hanya ASI saja tanpa makanan ataupun minuman apapun juga, begitu juga, seandainya ibu terkonfirmasi covid-19, ibu tetap bisa menyusui dengan protokol kesehatan.

Related posts