Kronologis Pria Mengaku Matanya Tertusuk Hingga Buta di Pos PPKM Lubuk Peraku Padang

PPKM Darurat Lubuk Peraku Padang
Insiden di PPKM Darurat Lubuk Peraku Padang (Foto: Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS.COM, PADANG — Viral di Medsos video seorang pria mengaku matanya tertusuk hingga buta di pos penyekatan PPKM Lubuk Peraku, Kota Padang, Minggu,(18/7/2021).

Pria tersebut diduga memaksa masuk Kota Padang tanpa melengkapi dokumen-dokumen yang harus dibawa. Pria berinisial AR mengaku sebagai kontraktor, warga Tunggul Hitam Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Read More

Kapolsek Lubuk Kilangan AKP Liya Nesmon mengatakan dirinya sedang bertugas di Pos Penyekatan PPKM Lubuk Peraku tersebut.

“Mobil Avanza warna putih BA 1240LB yang dikendarai Awalludin Rao bersama dengan karyawannya Hendra Sihaloho melewati pos penyekatan PPKM darurat Lubuk Peraku dari arah Solok menuju Kota Padang sekira pukul 02.15 Wib, petugas pos kemudian menghentikan kendaraan untuk dilakukan pemeriksaan. Berdasarkan pemeriksaan terhadap Awalludin Rao tidak bisa menunjukkan surat vaksin minimal vaksin pertama, hasil Swab PCR (H-2) atau hasil Rapid Antigen (H-1) sehingga sesuai prosedur mobil dilarang masuk ke Kota Padang dan disuruh putar ke arah Solok,” ucap Kapolsek.

AKP Liya Nesmon, Menjelaskan Pada pukul 02.40Wib Awalludin Rao kembali berusaha melewati pos penyekatan PPKM Darurat Lubuk Peraku dan kembali dihentikan petugas, dikarenakan tidak bisa melewati pos penyekatan,  kemudian turun dari mobilnya dan beradu argumen dengan membentak petugas.

“Kemudian Saya mendekati Awalludin Rao dan minta untuk menunjukkan identitas, namun yang bersangkutan tidak mau memperlihatkan. Ia berargumen bahwa dirinya telah meminta izin kepada petugas pada saat melewati Pos Sekat Lubuk Peraku untuk menuju ke arah Taman Raya Bung Hatta. Namun ketika meminta untuk menunjukkan petugas yang memberikan izin, Awalludin Rao tidak bisa menunjukkan petugas yang dimaksud,” katanya.

“Saat diminta ia masuk kembali ke mobil dan putar arah menuju Solok, namun ia tetap memaksa agar bisa melewati pos penyekatan,” tambahnya.

“Saya berusaha melakukan upaya persuasif dengan merangkul punggung dan menggiring masuk ke mobil. Tetapi Awalludin Rao memberontak dan mendorong saya, melihat hal tersebut petugas pos penyekatan Lubuk Peraku yang pada saat itu juga ada unsur Kecamatan Lubuk Kilangan dan Lurah se-Kecamatan Lubuk Kilangan yang melakukan peninjauan berusaha melerai dan meminta Awalludin Rao ke dalam mobilnya.

“Ketika akan digiring masuk kedalam mobil  Awalludin Rao memberontak kepada petugas dan Kapolsek Lubuk Kilangan sehingga menyebabkan kepala Awalludin Rao terbentur sudut atas pintu depan sebelah kanan mobil yang mengakibatkan kelopak mata sebelah kiri mengalami luka.

AKP Liya Nesmon, menambahkan Awalludin Rao kemudian meminta Hendra Sialoho karyawannya untuk merekam kejadian, namun karena tidak menuruti permintaannya Hendra Sialoho ditampar berulang kali oleh Awalludin Rao. Selanjutnya Awalludin Rao merekam  kondisinya saat itu dengan berkata kasar kepada petugas.

“Kemudian Saya berinisiatif membawa Awalludin Rao ke klinik Semen Padang di Kompleks. PT. Semen Padang untuk mendapatkan perawatan pada pukul 03.00 wib dan Pada pukul 03.30 Wib setelah mendapatkan perawatan Awalludin Rao meninggalkan Klinik Semen Padang menuju arah ke Kota Padang, tanpa bisa memperlihatkan dokumen kelengkapan untuk memasuki Kota Padang,” pungkasnya.

Berikut videonya:

 

Related posts