VIRAL! MUI Keluarkan Tausiyah Mengejutkan soal Perang Timur Tengah: Ada Peringatan Keras buat Dunia!

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) baru saja menggebrak publik dengan mengeluarkan tausiyah bernada keras dan penuh keprihatinan. Di tengah memanasnya situasi geopolitik global, khususnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, MUI angkat bicara dengan mengirimkan pesan diplomatik yang tak hanya menyentuh aspek politik, tapi juga moralitas dan ajaran agama.

Dalam pernyataan resmi yang diteken pada 5 Maret 2026 atau bertepatan dengan 15 Ramadan 1447 H, MUI dengan tegas mengingatkan bahwa tindakan agresi militer terhadap kedaulatan negara lain tidak bisa dibenarkan. “Dalam Islam, melampaui batas atau al-i‘tidā’ itu dosa besar,” tegas pernyataan bernomor Kep-30/DP-MUI/III/2026 itu.

Tausiyah yang dirilis di tengah suasana Ramadhan ini menyoroti potensi besar instabilitas kawasan yang bisa meluas, serta dampak kemanusiaan yang sudah mulai terlihat. MUI tak hanya prihatin, tapi juga menyerukan kepada semua pihak yang berkonflik untuk segera mengerem eskalasi.

Yang menarik, MUI menyebut konsep ḥusn al-jiwār atau hubungan bertetangga yang baik sebagai fondasi penting dalam menjaga perdamaian. “Hak membela diri itu ada, tapi jangan sampai melanggar kemanusiaan. Lindungi warga sipil, jaga fasilitas publik, dan hormati kedaulatan negara lain,” begitu kira-kira bunyi pernyataan yang menggema di halaman kedua tausiyah tersebut.

Tak hanya itu, MUI juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas jatuhnya korban sipil dan kerusakan fasilitas umum di kawasan Teluk. Seruan untuk mengedepankan dialog dan diplomasi pun digelorakan sebagai wujud tanggung jawab keagamaan (al-mas’ūliyyah ad-dīniyyah) dan kebangsaan (al-mas’ūliyyah al-waṭaniyyah).

Salah satu poin yang paling menyita perhatian adalah peringatan keras MUI agar dua kota suci, Makkah dan Madinah atau al-Ḥaramain, tidak terseret dalam pusaran konflik. “Kesucian dan keamanan dua kota ini adalah amanah umat Islam dunia. Jangan sampai dijadikan objek konflik atau tindakan yang mengganggu ibadah haji,” tulis MUI dengan nada menggetarkan.

Di tengah situasi global yang kian panas, MUI juga mengajak negara-negara Muslim untuk memperkuat ukhuwah dan solidaritas. “Jangan mudah terprovokasi, jauhi adu domba. Perkuat komunikasi dan kerja sama,” imbau MUI.

Tak lupa, MUI mendorong Pemerintah Indonesia untuk terus memainkan peran aktif dalam diplomasi internasional, serta meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk lebih tegas dalam menegakkan keadilan dan mengambil tindakan proporsional terhadap pelanggar kedaulatan.

Tausiyah ini ditutup dengan doa dan harapan agar Allah SWT senantiasa membimbing umat manusia menuju jalan perdamaian, keadilan, dan persaudaraan.

Viral? Belum tentu. Tapi yang jelas, suara MUI ini adalah alarm moral yang patut didengar oleh para pemimpin dunia.

Related posts