Waduh! Belasan Tersangka Pembebasan Lahan Tol Ditahan Kejati Sumbar

Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat (Kejati Sumbar) menahan 12 tersangka kasus dugaan korupsi pembayaran ganti rugi lahan tol Padang-Sicincin.

MINANGKABAUNEWS.COM, PADANG –Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat (Kejati Sumbar) akhirnya menetapkan dan menahan 12 tersangka kasus dugaan korupsi pembayaran ganti rugi lahan tol Padang-Sicincin yang merupakan proyek strategis nasional, Rabu, (1/12/2021).

Belasan tersangka sempat menjalani pemeriksaan secara bergantian mulai dari pukul 10.00 WIB, hingga akhirnya mereka semua digiring ke Rumah Tahanan Negara Kelas II B Padang sekitar pukul 18.01 WIB.

Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat menetapkan dan menahan 12 tersangka kasus dugaan korupsi pembayaran ganti rugi lahan tol Padang-Sicincin yang merupakan proyek strategis nasional, Rabu, (1/12/2021).

Belasan tersangka sempat menjalani pemeriksaan secara bergantian mulai dari pukul 10.00 WIB, hingga akhirnya mereka semua digiring ke Rumah Tahanan Negara Kelas II B Padang sekitar pukul 18.01 WIB.

Para tersangka tampak mengenakan rompi warna pink bergelang borgol besi. Mereka keluar dari Kantor Kejati Sumbar Jalan Raden Saleh lalu dimasukkan ke mobil tahanan kejaksaan dan selanjutnya dibawa ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Anak Air Padang.

Para tersangka masing-masing berinisial SS perangkat Pemerintahan Nagari Parit Malintang, YW aparatur Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, J, RN, dan US anggota Pelaksanaan Pengadaan Tanah (P2T) dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Selain itu, ada BK, NR, SP, KD, AH dan RF masing-masing sebagai oknum masyarakat penerima ganti rugi. Satu tersangka lagi berinisial SA, juga penerima ganti rugi sekaligus perangkat Nagari Parit Malintang.

“Ada satu tersangka lagi berinisial Sy, oknum masyarakat penerima ganti rugi tetapi belum dilakukan penahanan,” ujar Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumbar Suyanto didampingi Asisten Intelijen (Asintel) Mustaqpirin.

Ia menjelaskan, upaya paksa penahanan terhadap tersangka, sudah sesuai dengan Pasal 21 KUHP dengan alasan subjektif dan objektif sudah terpenuhi. Mereka akan ditahan selama 20 hari ke depan.

Suyanto mengungkapkan, penahanan sudah dilakukan kepada 12 tersangka. Satu tersangka berinsial SY masih sakit dan akan dipanggil ulang pada Selasa (7/12/2021) mendatang.

Ada pun barang bukti yang diperoleh Kejati , kata Suyanto, diantaranya berdasarkan penerimaan kwitansi masyarakat dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), rekening koran dan buku bank para tersangka.

Hingga saat ini, sebut Suyanto, belum ada pengembalian keuangan negara. Namun demikian Kejati Sumbar sudah melacak seluruh aset para tersangka untuk dilakukan penyitaan, agar bisa dikalkulasikan untuk penggantian, sesuai dengan kerugian keuangan negara.

Suyanto menyebut, saat ini kerugian keuangan negara yang ditimbulkan mencapai Rp27 miliar, tetapi pihaknya akan meminta audit dari BPKP guna memastikan secara riil penghitungan kerugian keuangan negara.

Related posts