MINANGKABAUNEWS.com, PADANG – Kunjungan kerja yang awalnya diagendakan sebagai kegiatan rutin berubah menjadi momen bersejarah bagi sebuah institusi pendidikan tinggi di Sumatera Barat. Politeknik Aisyiyah Sumbar menjadi tuan rumah kunjungan penting dari tim Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, didampingi Farid Anshar Alghifari beserta rombongan dan perwakilan Pupuk Indonesia pada Selasa, 16 Desember 2025.
Kedatangan rombongan legislator tersebut disambut hangat oleh jajaran pimpinan kampus. Direktur Politeknik Aisyiyah Sumatera Barat, Ns. Jeki Refialdinata, S.Kep., M.Kep., bersama Ketua PW Aisyiyah Sumbar, Dr. Syuraini, serta seluruh civitas akademika memberikan penerimaan istimewa di kampus mereka.
Acara yang berlangsung di Aula Politeknik Aisyiyah Sumbar tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi belaka. Kegiatan ini juga menjadi wadah penyelenggaraan Bimbingan Teknis bertajuk “Sosialisasi Tata Kelola Pupuk Bersubsidi” yang menghadirkan wawasan penting bagi para peserta.
Namun, momen paling berkesan justru terjadi ketika Direktur Politeknik menyampaikan harapan besar kepada Wakil Ketua Komisi IV DPR RI tersebut.
“Kami sangat berharap mendapat dukungan dari Bapak Alex Indra Lukman agar penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dapat menjangkau mahasiswa kami di Politeknik Aisyiyah. Saat ini kami baru memiliki 79 mahasiswa, dan bantuan pendidikan ini akan sangat berarti bagi mereka,” ungkap Direktur Politeknik dalam kesempatan tersebut.
Permintaan ini menjadi sorotan utama mengingat Politeknik Aisyiyah Sumbar masih tergolong institusi pendidikan yang sedang berkembang dengan jumlah mahasiswa terbatas. Akses terhadap program KIP Kuliah dinilai akan membuka peluang lebih besar bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk menempuh pendidikan tinggi di kampus tersebut.
Kunjungan ini diharapkan bukan hanya menjadi ajang formalitas, melainkan pembuka jalan bagi kolaborasi nyata antara legislator dan institusi pendidikan daerah dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan berkualitas di tanah air.siswa Politeknik Ini Butuh Bantuan Mendesak.
Kunjungan ini diharapkan bukan hanya menjadi ajang formalitas, melainkan pembuka jalan bagi kolaborasi nyata antara legislator dan institusi pendidikan daerah dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan berkualitas di tanah air.






