Wakil Ketua PWM Sumbar Buya Solsafad: Konversi Bank Nagari adalah Murni Kebutuhan Masyarakat Minangkabau

Wakil Ketua PW Muhammadiyah Sumbar, Buya Solsafad (Foto: Dok. Istimewa)

MINANGKABAUNEWS.COM, PADANG — Wakil Ketua PW Muhammadiyah Sumbar, Buya Solsafad mendukung pernyataan Gubernur Sumbar Mahyeldi agar Direksi menseriusi konversi Bank Nagari menjadi syariah karena itu kebutuhan masyarakat Minangkabau, jika tidak serius silahkan mundur.

“Kenapa harus dipertanyakan juga Konversi Bank Nagari kebutuhan Masyarakat atau tidak, karena sejatinya bank nagari milik masyarakat Minangkabau namanya saja nagari maka bank Nagari harus sesuai filosofi ABS-SBK artinya sesuai dengan syariat Islam,” tegas Buya Solsafad, Jumat, (11/3/2022).

Read More

Selain itu ICMI, MUI, Muhammadiyah, NU, Perti dan ormas lainnya sudah jauh-jauh hari mendukung Bank Nagari menjadi Syariah Jika direksi tidak menjalankan kewenangannya menjadikan Bank Nagari menjadi Syariah, “Saya setuju pernyataan gubernur jika tidak sanggup menjadikan Bank Nagari menjadi syariah sebaiknya mengundurkan diri saja diserahkan kepada pemegang saham mencari gantinya,” tutur Buya.

Lebih jauh Buya Solsafad, menjelaskan secara umum perbedaan bank syariah dan bank konvensional paling menonjol terlihat dari penerapan sistem bunga. Bank umum menggunakan suku bunga sebagai acuan dasar dan keuntungan. Sementara, bank syariah tidak menggunakan sistem bunga, tetapi imbal hasil atau nisbah.

Lanjutnya, Bank syariah terbentuk di Indonesia karena penduduk Indonesia yang mayoritas muslim, untuk itu bank syariah dianggap sebagai solusi sebagian masyarakat muslim yang menganggap riba adalah hal terlarang. Makanya Bank Nagari yang merupakan milik masyarakat di mana dananya didominasi simpanan ASN di Sumbar, menjadi solusi masyarakat Sumbar yang mayoritas beragama Islam.

Related posts