Wakil Walikota Asrul: Investasi Kota Padang Panjang adalah Pendidikan

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.COM,PADANG PANJANG — Ada 27 ribu pelajar dari tingkat PAUD hingga Perguruan Tinggi menempuh pendidikan di Kota Padang Panjang. Di satu sisi, penduduk kota ini hanya 58 ribu.

Kondisi ini menunjukkan, pelajar atau mahasiswa yang menjalani pendidikan di kota ini banyak berasal dari luar daerah. Suasana yang sejuk, aman dan tenteram membuat daerah ini cocok menjadi tempat menuntut ilmu.

Read More

“Karena itulah, sektor pendidikan selalu menjadi sektor utama penggerak Kota Padang Panjang dari dulu sampai sekarang,” ungkap Wakil Walikota, Drs. Asrul, saat membuka acara Sosialisasi Kebijakan Penanaman Modal bagi Lembaga Pendidikan Formal dan Nonformal se-Kota Padang Panjang, di  Ruang Pertemuan Hotel Rangkayo Basa, Selasa, (22/6/2021).

Dikatakannya lagi, pelajar yang datang, lantaran ingin mengenyam pendidikan yang berkualitas. Lalu, sekolah-sekolah di Padang Panjang diibaratkan tanaman di tanah subur. Asal mau menyiram dan merawat, ia akan tumbuh mekar.

“Atas dasar itu semua, maka jika ada potensi investasi yang paling besar di Kota Padang Panjang, maka potensi tersebut adalah investasi di bidang pendidikan. Mengembangkan sekolah-sekolah yang sudah ada, mendirikan sekolah baru, termasuk mendirikan lembaga pendidikan nonformal,” katanya.

Pemko, lanjutnya, sangat menyadari harumnya dunia pendidikan di Kota Padang Panjang, tidak hanya disebabkan sekolah umum dan sekolah agama milik pemerintah. Namun, sebagian besar disebabkan hadirnya sekolah swasta yang menjamur. “Potensi ini masih ada. Baik potensi pengembangan sekolah yang sudah ada, maupun potensi mendirikan sekolah baru,” ujarnya.

Dengan memperhatikan fenomena tersebut, salah satu kebijakan Pemko melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), mendorong dan meningkatkan pembinaan investasi di bidang pendidikan.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Ewasoska, SH mengatakan, kegiatan sosialisasi ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang baru diluncurkan tahun 2021 untuk bidang penanaman modal.

“DAK ini dibagi menjadi tiga kelompok besar. Pertama pemantauan realisasi penanaman modal, ini sudah dilaksanakan dan hampir selesai. Lalu pengawasan penanaman modal, dilaksanakan di triwulan tiga. Serta bimtek atau sosialisasi yang dilaksanakan hari ini di angkatan pertama. Ada lima angkatan nantinya, masing-masing angkatan dibagi per sektor. Hari ini sektor pendidikan, nanti ada sektor kesehatan, konstruksi, tutupnya.

Related posts