Wako Fadly Amran: Puskesmas Garda Terdepan Jalankan Program Indonesia Sehat

  • Whatsapp
Wako Fadly saat membuka Workshop Penguatan PIS di Auditorium Mifan Water Park, Senin, (11/10)

MINANGKABAUNEWS.COM, PADANG PANJANG — Puskesmas menjadi garda terdepan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS PK), Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) perlu memahami tujuan dan sasaran program pusat tersebut. Program ini tertuang dalam agenda ke-5 Nawacita, yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.

Demikian disampaikan Wali Kota, H. Fadly Amran, BBA saat membuka Workshop Penguatan PIS di Auditorium Mifan Water Park, Senin, (11/10/2021

“Ketika pemerintah pusat memiliki program jitu, ini harus dieksekusi bersama-sama. Ketika keseragaman itu ada, ketika itulah hasilnya maksimal untuk masyarakat banyak,” kata Wako Fadly.

Program PIS PK, kata Fadly, memprioritaskan penurunan angka kematian ibu dan bayi, penurunan stunting, dan penanggulangan penyakit menular dan tidak menular.

“Program PIS PK dilaksanakan se-Kota Padang Panjang untuk memperkuat fungsi puskesmas dalam integrasi penyelenggaraan, upaya kesehatan masyarakat dan perorangan di wilayah kerjanya,” ujar Fadly seraya mengatakan manajerial, kekompakan, profesionalisme, hendaknya terjalin di puskesmas.

Wako mengingatkan, ekspektasi  masyarakat terhadap mutu dan pelayanan sangat tinggi. “Kita berharap berbicara program penguatan berarti  berbicara penguatan mutu pelayanan. Kami minta pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” sebutnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes), dr. Faizah mengatakan, Program Indonesia Sehat menegakkan tiga pilar utama. Yakni penerapan paradigma sehat, penguatan pelayanan kesehatan, dan pelaksanaan jaminan kesehatan nasional (JKN).

“Untuk meningkatkan indeks keluarga sehat, Dinkes bermaksud mengadakan kegiatan workshop bagi tim pembina wilayah, kepala puskesmas, dan pemegang program PIS PK di Puskesmas,” ujarnya.

Workshop PIS PK digelar selama dua hari yang berakhir besok (12/10). Kegiatan ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) anggaran tahun 2021. (Edi Fatra/ris)

Related posts