Wako Fadly Amran Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2020 dalam Rapat Paripurna

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.COM, PADANG PANJANG — Wali Kota, Fadly Amran, menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2020 lalu, rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Mardiansyah, di Ruang Sidang DPRD Kota Padang Panjang. Senin (7/6/2021).

Dikatakan Wako Fadly, Laporan Keuangan Tahun 2020 yang disampaikan kepada DPRD, telah diaudit BPK RI dan telah diserahkan secara resmi kepada Pemko Padang Panjang pada 29 April lalu.

Read More

“Kita bersyukur kepada Allah SWT, berkat kerja sama kita semua, kita dapat mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap Laporan Keuangan Tahun 2020. Atas pencapaian ini, berarti Kota Padang Panjang telah memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) lima kali berturut-turut sejak tahun 2016,” ucapnya.

Wako menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak, termasuk kepada pimpinan dan anggota DPRD, yang telah ikut mendorong membantu dalam penggunaan, pengelolaan dan pertanggung jawaban keuangan, sehingga Pemko memperoleh opini WTP ini.

” Kedepannyavperlu kita susun langkah-langkah strategis dalam pengelolaan keuangan daerah untuk tetap mempertahankan opini WTP tersebut. Seperti membangun komitmen bersama antara seluruh stakeholder di Kota Padang Panjang,” terang Fadly.

Adapun substansi dari Ranperda Pertanggung jawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2020 yang memuat realisasi dari pelaksanaan APBD, yaitu Pendapatan Daerah dianggarkan sebesar  Rp546.345.635.456,66,- dengan realisasi sebesar Rp547.774.902.696,06,- atau 100,26%.

Kemudian dana perimbangan yang berasal dari transfer pemerintah pusat dianggarkan sebesar Rp450.809.220.887,00 dengan realisasi sebesar Rp440.669.126.054,00 atau  97,75%.

Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah dianggarkan sebesar Rp28.355.393.471,00 dan dapat direalisasikan sebesar  Rp27.676.973.946,00 atau 97,61%.

Lalu, terkait Realisasi Belanja Daerah, dianggarkan sebesar Rp593.388.193.076,43 dengan realisasi sebesar Rp544.006.534.759,84 atau 91,68%. Belanja Langsung dianggarkan sebesar Rp295.081.287.063,72 dengan realisasi sebesar  Rp271.070.056.211,84 atau 91,86%.

Sementara itu, Realisasi Pembiayaan yang merupakan konsekwensi dari selisih antara Pendapatan dan Belanja Daerah dalam bentuk surplus atau defisit.

“Secara keseluruhan pembiayaan terdiri dari penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan. Penerimaan pembiayaan meliputi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran tahun lalu. Sedangkan Pengeluaran Pembiayaan merupakan penyertaan modal,” papar Wako Fadly Amran.

Gambaran realisasi pembiayaan tahun 2020 yakni, Penerimaan Pembiayaan dianggarkan sebesar Rp47.042.557.619,77, berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran tahun lalu (tahun 2019-red), dengan realisasi sebesar Rp47.042.557.619,77 atau 100,00%. Selanjutnya, Pengeluaran Pembiayaan Daerah yang  tidak ada dianggarkan pada tahun 2020.

Secara umum, pelaksanaan APBD Kota Padang Panjang tahun 2020 telah berjalan dengan baik sehingga sejumlah program kerja yang sudah direncanakan telah terealisasi sesuai dengan yang direncanakan serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Padang Panjang.

“Semua keberhasilan pelaksanaan APBD Tahun 2020 tentunya tidak terlepas dari partisipasi dan dukungan semua pihak. Untuk itu melalui kesempatan yang sangat membahagiakan ini, sekali lagi kami sampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak, terutama mitra kami DPRD Kota Padang Panjang,” tutupnya.

Related posts