Wali Kota Padang Tantang Sekda Baru: “Jangan Hanya ‘Wait and See’, Jadi Garda Depan Pemulihan Pascabanjir!”

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG – Suasana haru dan tekad mengisi pelantikan Raju Minropa sebagai Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Padang di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota. Dalam kesempatan itu, Wali Kota Padang Fadly Amran langsung memberikan mandat tegas kepada pimpinan birokrasi barunya itu untuk memacu kecepatan pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda kota.

Fadly Amran menegaskan, pemerintah kota tidak boleh berpangku tangan menunggu uluran tangan dari pemerintah provinsi maupun pusat. “Kita tidak mungkin ‘wait and see’. Pemko Padang harus menjadi garda terdepan dalam perbaikan,” tegasnya, menekankan perlunya aksi nyata dan kepemimpinan lokal yang proaktif.

Arahan wali kota secara khusus menyoroti kondisi infrastruktur kota yang masih terluka pascabanjir. “Sungai, drainase, dan jalan yang rusak harus segera ditangani. Masyarakat ingin kehidupan yang layak, dengan atau tanpa bencana. Itu tugas kita wujudkan,” imbuh Fadly, seraya meminta agar penanganan dampak bencana menjadi prioritas utama dalam penyaluran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), terlebih di bulan ketiga pasca-tragedi.

Di samping fokus pada rehabilitasi bencana, Raju Minropa juga dituntut untuk memimpin dengan keteladanan. Wali Kota menekankan pentingnya disiplin waktu dan integritas tinggi bagi seorang Sekda. “Komitmen harus terlihat. Hadir lebih awal dan pulang lebih akhir untuk memastikan semua berjalan,” pesannya.

Pj Sekda baru ini juga dibebani tanggung jawab strategis: mengawal semua program unggulan pemerintahan dengan satu komando. Tujuannya, agar Wali Kota dan Wakil Wali Kota bisa lebih leluasa membuka peluang dan mengembangkan potensi kota di kancah yang lebih luas. “Dengan satu komando yang solid di internal, kami bisa fokus mencari terobosan untuk kemajuan Padang,” tutup Fadly Amran, mengakhiri arahan pelantikan yang penuh tantangan.

Pelantikan ini menandai babak baru kepemimpinan birokrasi di Padang, dengan tumpuan harapan pada percepatan pemulihan kota dan pelayanan prima kepada masyarakat.

Related posts