Walikota Bukittinggi Jawab Pandangan Umum Fraksi- Fraksi DPRD Tentang Rencana Perubahan APBD 2021

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.COM, BUKITTINGGI – Walikota Bukittinggi, Erman Safar dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bukittinggi jawab pemandagan umum yang disampaikan fraksi fraksi di DPRD terkait Rencana Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2021, Kamis (16/9/2021).

Walikota Bukittinggi, Erman Safar, dalam jawabannya menyampaikan fakta bahwa pandemi covid-19 yang melanda dunia sejak tahun 2020 membawa dampak yang sangat besar di sektor ekonomi dan sosial kemasyarakatan yang antara lain menyebabkan daya beli masyarakat menurun. Sehingga di satu sisi Pemerintah tentunya tidak ingin membebani masyarakat dengan pungutan pajak dan retribusi, akan tetapi di sisi lain tidak dapat dipungkiri, bahwa Pajak dan Retribusi Daerah merupakan sumber pendapatan terbesar dari PAD Bukittinggi, terutama dari sektor pariwisata dan perdangangan yang justru menjadi yang paling terdampak oleh wabah Covid-19.

Read More

Hal inilah yang menjadi dasar Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi Rencana Perubahan APBD tahun 2021, Pemko akan tetap berupaya memaksimalkan perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk selanjutnya digunakan sebagai dukungan anggaran bagi pelaksanaan pembangunan.

“Realisasi PAD sampai dengan 31 Agustus 2021 sudah mencapai Rp 54.132.977.415,- atau sebesar 40,36% dari target yang ditetapkan Rp 134. 115.624.892,-.
Capaian target ini lebih rendah dari yang seharusnya yakni sebesar 66,67%. Jika semua kalkulasi dan asumsi berjalan normal, seharusnya capaian realisasi PAD pada 31 Agustus 2021 sudah berada pada angka Rp 89.414.887.115,-,” terang Walikota Bukittinggi ini.

Wako lebih lanjut mengatakan, upaya yang akan dilakukan dalam peningkatan PAD jika pandemi terjadi sampai akhir tahun, dengan mempertimbangkan pemberian, pengurangan, keringanan atau pembebasan atas pokok pajak atau retribusi termasuk sanksi. Perpanjangan pemenuhan kewajiban pembayaran pajak daerah dan menghitung kembali potensi PAD yang tidak akan tercapai proyeksinya.

“Terkait dengan penambahan penyertaan modal sebanyak Rp3.000.000.000,00, . Dalam rangka meningkatkan Pendapatan Daerah di beberapa tahun yang akan datang melalui Deviden yang dibagikan dan agar Pemko Bukittinggi tetap menjadikan pemegang saham pada BUMD dimana akan dilakukan penambahan modal pada PT. BPRS Jam Gadang,” jelas Erman Safar.

Sehubungan musibah kebakaran pasar bawah belum lama ini, Wako Erman Safar menekankan harus sesegera mungkin membangun los atau kios yang terbakar.

“Kita akan memperbaiki lokasi kebakaran dengan menggunakan belanja tidak terduga, paling lama tiga minggu setelah lokasi dibersihkan dari puing-puing kebakaran. Direncanakan hari ini, Kamis 16 September 2021 kegiatan pembersihan lokasi telah diselesaikan.

Rapat Paripurna tersebut dipimpin Ketua DPRD Bukittinggi, Herman Syofyan dengan mematuhi protokol kesehatan dan juga dilaksanakan secara virtual.

Related posts