MINANGKABAUNEWS.COM, PAYAKUMBUH — Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, menerima kunjungan rombongan ninik mamak dari Kecamatan Lamposi Tigo Nagori di ruang kerjanya, Balai Kota Payakumbuh, Kamis (13/3/2026). Pertemuan berlangsung hangat dan penuh nuansa kekeluargaan.
Audiensi tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Rida Ananda, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Nofirwanfi, Kepala BKD Andri Narwan, Kepala Disparpora Yunida Fatwa, jajaran pejabat terkait, serta Camat Latina Atemugiarae.
Zulmaeta menjelaskan, pertemuan itu sengaja digelar sebagai wadah mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan pemangku adat di wilayah Latina. Menurut dia, sinergi kedua unsur tersebut menjadi fondasi penting pembangunan daerah.
Ia menegaskan, keberadaan ninik mamak memiliki posisi strategis dalam mendukung kebijakan pemerintah sekaligus menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat Minangkabau yang menjunjung tinggi nilai adat.
“Peran ninik mamak dalam pembangunan daerah ini sangat penting dan krusial. Karena itu kami berharap dukungan serta keterlibatan aktif para tetua adat dalam setiap proses pembangunan di Kota Payakumbuh,” ujar Zulmaeta.
Menurut dia, kolaborasi pemerintah bersama pemangku adat merupakan kekuatan besar dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan pelestarian nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
“Kita ingin pembangunan di Payakumbuh tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga tetap berlandaskan adat dan budaya. Ninik mamak adalah tonggak dalam menjaga nilai itu agar tetap hidup di tengah masyarakat,” katanya.
Zulmaeta juga mendorong ninik mamak berperan aktif membimbing generasi muda, terutama para kemenakan, agar memiliki kepedulian terhadap kampung halaman serta terlibat dalam proses pembangunan daerah.
Ia menilai, partisipasi generasi muda penting untuk menjamin keberlanjutan pembangunan sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang memahami akar budaya dan kearifan lokal.
“Kami berharap ninik mamak dapat terus membimbing dan mengajak para kemenakan agar memiliki kepedulian terhadap kampung halaman. Generasi muda harus dilibatkan sejak sekarang,” ucapnya.
Selain itu, Zulmaeta mengingatkan pentingnya pengawasan ninik mamak terhadap pergaulan generasi muda agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba dan berbagai perilaku sosial yang merusak masa depan.
Sementara itu, Camat Latina Atemugiarae menyatakan dukungan penuh atas ajakan pemerintah kota untuk melibatkan pemangku adat dalam pembangunan. Ia menyebut, peran ninik mamak sejalan dengan falsafah kehidupan masyarakat Minangkabau.
“Kami siap menjembatani komunikasi antara pemerintah kota dan pemangku adat di Latina. Dengan sinergi yang kuat, pembangunan akan berjalan lebih baik dan tetap berakar pada nilai adat,” ujar Atemugiarae. (akg)






