Warga Agam Diedukasi Pahami Rekam Jejak Era Digital dan Plus Minus Internet

  • Whatsapp
Internet (Sumber: Pixabay)

MINANGKABAUNEWS.COM, AGAM – Psikolog dan Dosen Universitas Presiden, Grace Amin membeberkan bahwa rekam jejak digital di internet berpotensi menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Hal itu disampaikan Grace saat menjadi narasumber dalam webinar Literasi Digital yang digelar Kemenkominfo di Kabupaten Agam, beberapa waktu lalu. Berdasarkan siaran pers yang diterima Minangkabaunews.com, Jumat (10/11) kemarin, Grace dalam kegiatan itu turut membeberkan trik mengelola jejak digital.

Read More

Diantaranya, membiasakan membaca syarat dan ketentuan setiap mengunduh aplikasi atau dalam proses registrasi, membuat password atau PIN yang unik, serta unggah hal-hal positif di berbagai media sosial.

“Hati-hati dalam mengunggah data pribadi, serta gunakan aplikasi penghapus unggahan di media sosial mulai dari foto atau video, likes, dan komentar yang pernah diunggah,” jelasnya.

Narasumber lain, Vice President dan Head of Marketing PT Indosat Ooredo, Heny TP, membahas manfaat internet sebagai kegiatan bisnis.

Selain memenuhi kebutuhan informasi, kata Heny, internet bisa dipakai untuk mencari hiburan, personal branding, memperluas jaringan, dan media belajar.

“Untuk menjaga diri tetap sehat di dunia maya, pilihlah konten-konten yang baik untuk dikonsumsi. Waspada virus malware, spyware dan adware. Batasi informasi pribadi atau keluarga,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala SMA Negeri 1 Kamang Magek, Zulfikar mengatakan era digital menyuguhkan peluang sekaligus tantangan.

“Tidak mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi maka akan buta dalam berliterasi digital. Peran guru tidak akan pernah digantikan oleh teknologi, tetapi guru yang tak memanfaatkan teknologi lambat laun akan tergantikan karena tidak lagi relevan dengan kemajuan zaman,” katanya.

Kepala SMAN 3 Lubuk Basung, Aswandi menjabarkan dampak positif media sosial, meliputi kemudahan memperoleh dan menyebarkan informasi.

Medsos, sambung Aswandi, juga menawarkan kemudahan memperoleh kabar terbaru dan berita, menghubungkan dan menjaga tali persaudaraan, serta sebagai sarana meningkatkan kreatifitas dengan membuat sesuatu yang bermanfaat.

“Media sosial, juga berdampak negatif. Misalnya banyak menghabiskan waktu, berkurangnya privasi pribadi, termakan hoaks, dapat menimbulkan tekanan psikologi, serta keterbukaan informasi. Karena itu perlu cerdas dan bijak dalam mengunggah di media sosial,” katanya.

Webinar diakhiri oleh Theatre Actor dan Influencer dengan 15,9 Ribu followers yaitu Irfadillah. Dia menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat oleh para narasumber. (akg/rel)

Related posts