Warga Binaan Lapas Klas IIB Solok Pesan Ini Pada Wako Solok

MINANGKABAUNEWS, SOLOK – Menjadi Warga binaan atau bahasa kasarnya sering disebut penjara atau bui atau bahasa lainya “Pesantren”, bukan keinginan siapapun. Tapi menjadi warga binaan merupakan sesuatu yang tidak dikehendaki tapi mesti dijalani disebabkan oleh berbagai hal.

Tidak ada siapapun diantara makhluk Allah ini yang ingin berbuat salah maupun dosa, tapi semua itu mesti ditempuh dan dijalani, walaupun sebahagian dari kita tidak pernah merasakan dinginnya hidup dibalik tembok tinggi dan jeruji besi. Tapi kenyataannya tanpa disadari kondisi tersebut harus ditempuh oleh sebahagian dari saudara kita yang berada di Lapas Klas IIB Solok.

Read More

Kala didatangi Walikota Solok Zul Elfian Umar, Jumat (9/9/2022), di Lapas Klas IIB Solok, warga binaan Lapas Klas IIB Solok ini cukup terharu. Walaupun mereka berada dibalik jeruji besi dan tembok tinggi, jauh dari anak istri dan sanak saudara, ternyata masih dikunjungi oleh Walikota Solok dalam rangka menjalin silaturahmi.

“Pak Walikota, tempat Kami memang rendah dan hina. Tidak ada siapapun diantara kami yang ingin berada di Lapas Klas IIB Solok ini, tapi garis hidup mengharuskan kami lewat jalan ini. Jauh dari keluarga dan sanak saudara bukan impian kami, tapi ini adalah bentuk tanggungjawab kami atas apa yang kami lakukan. Pesan kami pada Walikota, pandanglah Kami dengan kasih sayang, rangkul kami, peluk kami, karena kami juga ingin hidup seperti saudara kami lainya diluar sana, kami juga ingin berkumpul bersama keluarga kami,” tutur salah satu warga binaan Lapas Klas IIB Solok sambil terisak, yang meminta namanya tidak disebutkan.

Wako Solok mengatakan bahwasanya tidak ada manusia yang sempurna dan lebih baik dari lainya. Setiap manusia mempunyai kelemahan dan kekurangan masing-masing, yang membutuhkan bantuan orang lain. Kelemahan tersebut merupakan perekat dan pemersatu sehingga kita menjadi kuat dan silaturahmi terjalin dengan baik.

Menurut Wako, tidak ada bedanya saudara kita yang tinggal diluar sana dengan saudara kita yang tinggal di Lapas Klas IIB Solok ini. Setiap dari kita, memiliki kesalahan yang mesti dibayar dengan bermacam cara. Dan itu dialami semua manusia, ada yang membayar kesalahan tersebut dengan menjadi warga binaan Lapas Klas IIB Solok ini ataupun dengan cara lainya.

“Bersabarlah dan bersyukurlah. Ini bentuk kasih sayang Allah pada saudara kita yang ada di Lapas Klas IIB Solok ini, dan tidak ada yang aneh dan beda antara satu dengan lainya. Perbedaan tersebut jalan mempersatukan kita. Karena itu perbanyaklah ibadah dan dekatkan diri pada Allah agar kedepan kita melangkah kearah lebih baik,” kata Wako.

Pada sesi silaturahmi tersebut, Wako juga didaulat menjadi Khotib sholat Jumat di Masjid Al Maqhfirah Lapas Klas IIB Solok.

 

Related posts