Wawako : Anak Yatim Tanggungjawab Kita Bersama

MINANGKABAUNEWS, SOLOK – Anak yatim dan dhuafa merupakan tanggungjawab kita bersama. Tanggungjawab ini harus kita laksanakan karena ini adalah perintah agama, dan membantu mereka adalah kewajiban kita.

Hal ini disampaikan Wakil Walikota Solok Ramadhani Kirana Putra dihadapan jemaah Mushola Al Barqah Pasar Raya Solok pada saat penyerahan bantuan bagi anak yatim, Minggu (2/1/2022) di Koto Panjang.

Read More

Anak yatim, kata Wawako, yaitu seorang anak dalam usia belum baligh telah ditinggal wafat oleh ayahnya. Sedangkan yatim piatu adalah gabungan dari keduanya, yakni seorang anak dalam usia yang belum balig telah ditinggal kedua orang tuanya.

“Anak-anak seperti inilah yang harus kita santuni. Tanpa orang tua, masih kecil dan belum baliqh, belum mampu mandiri. Bantuan yang diberikan bisa dalam bentuk bantuan pendidikan, makanan, dan lainya,” ujarnya.

Anak yatim dan piatu sudah selayaknya untuk mendapatkan perlakuan yang istimewa. Karena ia dididik dan dinafkahi secara tidak lengkap. Islam pun mengatur kedudukan mereka. Terdapat juga anjuran tentang anak yatim yang tertulis di Al-Quran.

“Ingat, Nabi telah berpesan seperti tercatat dalam Hadist Bukhari, aku dan orang yang menanggung anak yatim, kedudukannya di Surga seperti ini, diiringi sebuah isyarat acungan jari telunjuk dan jari tengah yang berhimpitan,” tuturnya.

Related posts