Wawako Asrul Berharap Gerakan Subuh Mubarakah Jadi Titik Tumpu Jalani Kehidupan

MINANGKABAUNEWS.COM, PADANG PANJANG – Wakil Wali Kota Asrul berharap gerakan Subuh Mubarakah menjadi titik tumpu menjalankan kehidupan dan memulai aktivitas keseharian. Suasana religi hendaknya selalu tumbuh membawa kedamaian di Kota Serambi Mekkah ini.

Hal tersebut disampaikan Asrul, saat menghadiri kegiatan Subuh Mubarakah di Masjid Nurul Amri, Kelurahan Balai-Balai, Kecamatan Padang Panjang Barat (PPB), Minggu (16/10/2022). Kegiatan ini menghadirkan Ustadz Asyam Hafizh, Lc sebagai penceramah.

Read More

“Umat Islam akan menjadi penguasa di segala lini kehidupan, manakala mampu mewujudkan waktu subuhnya sama dengan waktu ibadah lainnya dengan berjamaah di masjid dan mushola yang ada,” katanya.

Ia menjelaskan, kegiatan Subuh Mubarakah merupakan agenda yang selalu diupayakan terlaksana berkelanjutan, mewujudkan program strategis Padang Panjang 2018-2023.

“Di bidang keagamaan, kita mencanangkan  berbagai program Gelora Serambi Mekkah. Bentuk kegiatannya seperti Magrib Mengaji, Subuh Mubarakah, Kampung Tahfizh, Smart Surau, Wirid Remaja, dan Wirid Majelis Ta’lim,” jelas Asrul.

Asrul turut mengapresiasi pengurus Masjid Nurul Amri yang secara rutin mengagendakan Subuh Mubarakah. Ini merupakan salah satu jalan mempertemukan pemerintah dengan masyarakatnya, sehingga masyarakat merasa lebih dekat.

Sementara itu Ustaz Asyam Hafizh dalam tausiyahnya, mengajak memperbanyak shalat sunat sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Seperti Shalat Sunat Rawatib Muakkad.

Ustaz Asyam Hafizh menyampaikan Tausiyahnya, mengajak umat memperbanyak shalat sunat upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Shalat Rawatib Muakkad merupakan, shalat yang tidak pernah ditinggalkan Nabi.  Bahkan ini dirutinkan Nabi. Bagi yang mengerjakannya, Allah akan bangunkan istana dalam surga untuknya,” ajak Ustaz Asyam.

Ia menerangkan, Shalat Rawatib Muakkad, sebutnya dilakukan dua rakaat sebelum Shalat Subuh, empat rakaat (dua salam) sebelum Salat Zuhur, empat rakaat (dua salam) sesudah Zuhur, dua rakaat sesudah Magrib, dua rakaat sesudah Isya.

“Yang paling afdhal dua rakaat sebelum Subuh. Keutamaannya lebih baik dari dunia dan seisinya,” terang ustaz Asyam. (Edi Fatra).

Related posts