Wawako Asrul: Pelaku Ekonomi Kreatif Harus Mampu Manfaatkan Teknologi Digital

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG PANJANG – Perkembangan teknologi digital saat ini menjadi peluang yang besar bagi pelaku bisnis untuk memasarkan brand atau merek produk melalui media digital.

“Pelaku ekraf (ekonomi kreatif) harus mampu memanfaatkan teknologi internet dalam memasarkan produk melalui marketplace dan media sosial. Beradaptasilah dengan perkembangan teknologi di era digital ini, sehingga mampu menciptakan peluang dan bersaing di pasar,” kata Wakil Wali Kota Padang Panjang Asrul saat membuka kegiatan Pelatihan Ekraf di Aula Hotel Pangeran, Selasa (1/11/2022).

Read More

Wakil Wali Kota Padang Panjang Asrul.

Ia sebut, saat memasuki era dunia digital, branding menjadi hal yang sangat penting untuk memasarkan sebuah produk. Untuk itu pelaku ekraf harus melakukan upaya memiliki dan mempertahankan brand agar mampu bersaing dengan produk lain.

“Keberadaan pelaku ekraf diharapkan dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, khususnya di Kota Padang Panjang,” sebut Asrul.

Pihaknya berharap dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan para pelaku ekraf, khususnya dalam branding dan strategi pemasaran produk.

“Semoga dengan pelatihan ini dapat meningkatkan profesionalisme, sehingga dapat memasarkan produk secara lebih kompetitif,” harap Wakil Wali Kota Padang Panjang itu.

Sementara itu Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Porapar) Reynold Oktavian menjelaskan, kegiatan pelatihan ekraf ini diikuti sebanyak 25 peserta yang berasal dari Kelurahan Ganting, Kecamatan Padang Panjang Timur dengan tema “Peran Branding dan Sosial Media pada Ekraf, Talk Less Digital More.”

“Kenapa hanya Kelurahan Ganting, karena kegiatan ini merupakan usulan dari mereka dalam musrenbang 2021. Jadi kami hanya memfasilitasi saja,” jelasnya.

Reynold berharap dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatkan kapasitas dari para pelaku ekraf yang ada di Ganting.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan narasumber yang berasal dari akademisi, Ajo Wayoik dan volunteer, Husein. (Edi Fatra)

Related posts