Wawako Marfendi Tandatangani Persetujuan Bersama Ranperda Perubahan APBD Tahun 2021

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.COM, BUKITTINGGI – Wakil Walikota Bukittinggi, Marfendi hadiri Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bukittinggi dengan acara Penandatanganan Persetujuan Bersama Ranperda tentang Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021 bertempat di gedung DPRD Kota Bukittinggi, Rabu (29/9).

Rapat Paripurna DPRD tersebut dipimpin Ketua Beny Yusrial serta dihadir Forkopimda dan OPD dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Read More

Wawako Marfendi, dalam sambutannya menyampaikan tahapan proses penyusunan Rancangan Perubahan APBD Kota Bukittinggi Tahun Anggaran 2021 ini, merupakan tindak lanjut Kebijakan Umum Perubahan Anggaran dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUPA – PPAS) Tahun Anggaran 2021 ini dalam kondisi seimbang.

“Seluruh belanja dan pengeluaran pembiayaan yang dialokasikan dalam Perubahan APBD telah memiliki sumber pendanaanya,” ujar Marfendi.

Marfendi lebih lanjut mengatakan, Penerimaan Pembiayaan Daerah yang merupakan sumber penutup defisit anggaran berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun 2020 sebesar Rp 99.386.026.235, (Sembilan Puluh Sembilan Milyar Tiga Ratus Delapan Puluh Enam Juta Dua Puluh Enam Ribu Dua Ratus Tiga Puluh Lima Rupiah) atau mengalami kenaikan dari target semula sebesar Rp 46.138.496.908,- (Empat Puluh Enam Milyar Seratus Tiga Puluh Delapan Juta Empat Ratus Sembilan Puluh Enam Ribu Sembilan Ratus Delapan Rupiah) atau 86,69 persen.

“Angka ini valid setelah disahkannya Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2020 yang kita tetapkan beberapa waktu yang lalu,” jelas wawako.

Ia menjelaskan, kenaikan target SILPA ini merupakan salah satu alasan dilakukan perubahan APBD, yaitu dalam rangka memanfaatkan sisa lebih tahun sebelumnya untuk dituangkan dalam program dan kegiatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Sementara pada sisi Belanja Daerah, melalui Perubahan APBD ini total belanja daerah menjadi sebesar Rp781.413.141.452,- (Tujuh Ratus Delapan Puluh Satu Milyar Empat Ratus Tiga Belas Juta Seratus Empat Puluh Satu Ribu Empat Ratus Lima Puluh Dua Rupiah) atau turun sebesar 0,51 persen dibandingkan dengan APBD awal.

“Belanja Operasi bertambah sebesar 1,82 persen, yang terdiri dari belanja Pegawai turun 2,67 persen dan belanja Modal turun 16,97 persen. Sementara Belanja Tidak terduga mengalami kenaikan sebesar 91,60 persen,” terang Marfendi.

Related posts