Workshop Evaluasi Pendampingan Desa Wisata, Kadis Pariwisata: Pentingnya Keterlibatan Penuh Masyarakat dalam Pengembangan Desa Wisata

  • Whatsapp

MINANGKABAUNEWS.com, PADANG — Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar terus melakukan evaluasi pendampingan desa wisata untuk mengembangkan desa wisata di Sumbar

Workshop evaluasi tersebut berlangsung selama dua hari pada 24-24 Desember 2022, di Grand Zuri Padang, dihadiri Kabid Sumber Daya Ekonomi Kreatif Raymond dan 6 pengelolah desa wisata.

Read More

Bimtek ini sebagai bentuk nyata peran Dinas Pariwisata Sumbar dalam evaluasi pendampingan desa wisata untuk menguatkan pengelolah desa wiaata.

Kadis Pariwisata Sumbar yang diwakili Kabid Sumber Daya Ekonomi Kreatif Dinpar Sumbar, Raymond menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam mendukung pengembangan desa wisata sehingga dapat mendorong kebangkitan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja.

“Partisipasi masyarakat sangat penting untuk mengangkat keunggulan desa wisata masing-masing. Masyarakat harus betul-betul sadar wisata dan kesadaran ini akan menjadi bagian dari kekuatan ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujarnya

Dirinya menekankan desa wisata harus memudahkan wisatawan untuk melaksanakan ibadahnya karena Sumbar juga menitik beratkan pariwisatanya pad halal tourism.

Lanjutnya, Pemahaman sadar wisata diharapkan dapat membangun pola pikir masyarakat agar menjadi pemeran aktif dalam pengembangan pariwisata di Sumbar.

“Kebersihan dan keramahtamahan adalah dua hal yang sangat penting (untuk dijaga) dan tentunya yang tidak kalah penting adalah partisipasi masyarakat untuk mengangkat keunggulan daerahnya masing-masing,” ucapnya.

Lanjutnya, Dua kali seminggu BIM melayani penerbangan maskapai AirAsia dari dan ke Kuala Lumpur.

Raymond juga menerangkan Program Visit Beautiful West Sumatera (VBWS) 2023 ditargetkan bisa menggaet 8,2 juta wisatawan Nusantara dan mancanegara dengan menawarkan sejumlah event serta paket wisata menarik.

Menilik data kunjungan wisatawan ke Sumbar dalam empat tahun terakhir, target itu sama dengan jumlah kunjungan pada 2019, sebelum pandemi COVID-19 melanda.

Namun jika dibandingkan dengan data 2020, 2021, dan 2022, target itu terbilang cukup tinggi. Berdasarkan data Dinas Pariwisata Sumbar pada 2020 jumlah kunjungan menurun tipis menjadi 8,02 juta, lalu menukik tajam pada 2021 menjadi 4,9 juta saja.

Sementara itu data hingga Oktober 2022, jumlah kunjungan wisatawan ke Sumbar baru mencapai 5,2 juta orang. Dengan hanya dua bulan waktu tersisa hingga akhir tahun, penambahannya mungkin tidak akan signifikan. Pemprov bersama kepala daerah kab/kot akan menyiapkan 77 event pariwisata.

Berdasarkan data itu, target kunjungan wisatawan ke Sumbar pada 2023 hanya bertambah sekitar 2,2 juta orang dari realisasi 2022..

“Upayakan tamu untuk betah berlama-lama di desa wisat, semakin lama maka semakin beegeraka ekonomi.kita,” tutupny

Related posts