Wow! Mahasiswa KKN Unand Ciptakan Alat Cuci Tangan Otomatis

Mahasiswa KKN Universitas Andalas Kelurahan Silaing Bawah.
Mahasiswa KKN Universitas Andalas di Kelurahan Silaing Bawah.

Oleh: Reyhan Prima Ulwa dan Ferdinal

 Mahasiswa KKN Universitas Andalas Kelurahan Silaing Bawah berinovasi ciptakan alat cuci tangan otomatis dengan sensor inframerah sebagai upaya memutus penularan COVID-19.

Read More

Pandemi COVID-19 (Corona Virus Disease-19) telah berlangsung selama kurang lebih satu setengah tahun, namun hingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Berbagai upaya telah dilakukan guna memutus mata rantai virus ini baik oleh pemerintah, instansi-instansi, dan masyarakat. Salah satu anjuran untuk mencegah penularan virus iniialah dengan rajin mencuci tangan.

Menurut World Health Organization (WHO), mencuci tangan yang baik dilakukan selama 20 detik agar kuman dan virus mati.Saat ini hampir di berbagai tempat sudah tersedia tempat cuci tangan, baik yang masih menggunakan cara manual dengan memutar kran agar air mengalir maupun dengan sistem pijak.

Berinovasi dari hal tersebut, seorang mahasiswa KKN Universitas Andalas berinisiatif menciptakan alat cuci tangan otomatis. Ia adalah Muhamad Fadli seorang mahasiswa jurusan Teknik Elektro fakultas Teknik. Menurutnya, konsep dalam pembuatan alat ini ialah bagaimana meminimalisir kontak masyarakat dalam menggunakan fasilitas publik. Dimana pengguna cukup menggunakan sensor pada alat tanpa harus memutar kran atau menekan tombol untuk mengeluarkan air pada alat cuci tangan.

“Disini kita merancang suatu yang alat yang dapat meminimalisir kontak manusia dalam pemakaian fasilitas publik. Sebagaimana yang kita ketahui virus ini dapat bertahan beberapa lama pada permukaan-permukaan benda”, tutur Fadli

Alat ini menggunakan sumber energi dari baterai yang dapat diisi ulang. Selain itu juga terdapat tombol on/off sehingga dapat menghemat energi apabila tidak sedang digunakan. Penggunaan alat otomatis ini cukup mudah, yakni dengan meletakkan tangan pada bawah sensor. Air akan mengalir secara otomatis dan berhenti ketika tangan dijauhkan dari sensor.

Dalam pembuatannya, alat ini hanya menggunakan bahan-bahan sederhana seperti, sensor inframerah, pompa air mini, solder, obeng, dan beberapa peralatan pelengkap lainnya. Biaya yang dikeluarkan juga terbilang kecil, sehingga bisa dikatakan cukup ekonomis.

Rencananya alat ini akan diserahkan kepada kantor kelurahan Silaing Bawah sehingga masyarakat yang akan melakukan pengurusan administrasi di kelurahan dapat memanfaatkannya dengan baik.

“Saya sangat mengapresiasi inovasi dari mahasiswa KKN yang bisa menciptakan alat cuci tangan otomatis ini, karena selain lebih praktis juga dapat membantu dalam mencegah penyebaran virus corona ini. Saya berharap alat ini bisa dikembangkan lagi dan menjadi lebih baik”, tutur Dedi selaku Lurah Silaing Bawah.

Masyarakat yang berkunjung ke kantor kelurahan Silaing Bawah pun juga menyambut baik inovasi ini. Mereka berharap ini bisa dimanfaatkan secara maksimal dan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat agar rajin mencuci tangan.

“Ya saya sangat senang dengan adanya inovasi alat ini, semoga bisa dimanfaatkan dengan baik dan dapat menumbuhkan kesadaran orang-orang agar rajin mencuci tangan”, ucap Rafi selaku masyarakat Silaing Bawah.

/* Penulis adalah Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Andalas.

Related posts