MINANGKABAUNEWS.com, LIMAPULUH KOTA — Apel Akbar Guru Muhammadiyah se-Kabupaten Lima Puluh Kota sukses digelar pada Sabtu, 17 Januari 2026, bertempat di Aula Pondok Pesantren Modern (PPM) Al Kautsar Muhammadiyah. Kegiatan ini diikuti oleh 212 guru Muhammadiyah dari berbagai jenjang pendidikan serta unsur Pimpinan Daerah, Cabang, dan Majelis Muhammadiyah.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Ahlul Badrito Resha, SH. Dalam sambutannya, ia mengingatkan pentingnya meneladani metode pendidikan pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan, yang menekankan bahwa tugas guru tidak hanya sebatas transfer of knowledge, tetapi memastikan ilmu yang diajarkan dapat dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Proses pendidikan harus dilaksanakan secara holistik dan integral. Inilah yang saat ini dikenal dengan pembelajaran mendalam atau deep learning,” ujarnya.
Dalam amanatnya, Ki Jal Atri Tanjung, Wakil Ketua PWM Sumatera Barat, menegaskan peran strategis guru dalam proses pendidikan. Menurutnya, guru Muhammadiyah harus menjadi figur yang digugu dan ditiru, sekaligus terus berupaya meningkatkan kompetensi profesional, pedagogik, sosial, dan kepribadian secara berkelanjutan.
Sementara itu, Buya Desemberi Chaniago dalam pemaparan materinya menekankan pentingnya pemahaman ideologi Muhammadiyah bagi setiap guru. Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah mendirikan sekolah tidak semata sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai lembaga dakwah dan pusat perkaderan.
“Guru Muhammadiyah bukan hanya pendidik, tetapi juga da’i dan pencetak kader pemimpin umat dan bangsa. Karena itu, pemahaman terhadap Al-Qur’an, As-Sunnah, serta dokumen ideologis Muhammadiyah seperti MADM, MKCHM, PHIWM, Khittah Muhammadiyah, dan Risalah Islam Berkemajuan menjadi keharusan,” tegasnya.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Dr. Irwandi Nasir, dosen UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Ia menekankan pentingnya keteladanan Rasulullah SAW dalam dunia pendidikan melalui konsep kepemimpinan profetik. Berdasarkan intisari QS. Al-Ahzab ayat 45–46, ia memaparkan lima kompetensi guru, yakni Syahidan (saksi aktif perkembangan murid), Mubasysyiran (pemberi motivasi), Nadziran (pengingat), Da’iyan ilallah (pengajak ke jalan Allah), dan Sirajan Munira (cahaya penerang).
Sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Sumatera Barat, Ari Prima, S.Psi., M.Pd., dalam keterangannya menyampaikan bahwa Apel Akbar Guru Muhammadiyah merupakan langkah strategis dalam penguatan mutu dan ideologi pendidikan Muhammadiyah.
“Guru Muhammadiyah adalah ujung tombak persyarikatan di bidang pendidikan. Kegiatan ini penting untuk memperkuat profesionalisme, karakter, dan pemahaman ideologi agar pendidikan Muhammadiyah terus relevan dan berkemajuan,” ujarnya.
Perwakilan peserta, Ustadzah Nina Sebalai, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurut Kepala SD Muhammadiyah Jopang Manganti tersebut, Apel Akbar menjadi ajang silaturahmi, berbagi pengalaman, dan meningkatkan kualitas mutu pendidikan. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun.
Sementara itu, Dafri Harweli, Mudir PPM Al Kautsar Muhammadiyah sekaligus Sekretaris Panitia, menyampaikan terima kasih atas kehadiran seluruh peserta dan pihak yang telah menyukseskan kegiatan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama pelaksanaan kegiatan. Ke depan, ia mengajak seluruh guru untuk menyusun Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) melalui pembentukan Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Lima Puluh Kota.
Kegiatan Apel Akbar Guru Muhammadiyah ditutup dengan pemberian penghargaan kepada guru, kepala sekolah, dan sekolah/madrasah berprestasi.
Untuk kategori sekolah berakreditasi A diraih oleh MAS Al Kautsar Muhammadiyah, MTs PPM Al Kautsar, dan SD Muhammadiyah Full Day Jopang Manganti.
Kategori sekolah dengan peningkatan PPDB diraih oleh MIM Suliki, MTs PPM Al Kautsar, MTsM Kubang, SMP Muhammadiyah Full Day Sarilamak, dan MAS Al Kautsar Muhammadiyah.
Sementara itu, kategori Kepala Sekolah Terbaik diraih oleh Ir. Nurmis Madiati, MT (Terbaik I), Dafri Harweli (Terbaik II), dan Helnina Eka Susyenti (Terbaik III). Adapun kategori guru diberikan dalam 11 bidang, yakni Guru Berprestasi, Guru Teladan, Guru Sejati, Guru Hebat, Guru Kreatif, Guru Produktif, Guru Inovatif, Guru Disiplin, Guru Teraktif, Guru Inspiratif, dan Guru Berkarakter Al-Islam.






